• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi suasana anak-anak ketika sedang melakukan belajar-mengajar di madrasah diniah (madin). Pemkab Trenggalek memangkas anggaran BOS Madin dengan alasan refocusing akibat pandemi Covid-19. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Ilustrasi suasana anak-anak ketika sedang melakukan belajar-mengajar di madrasah diniah (madin). Pemkab Trenggalek memangkas anggaran BOS Madin dengan alasan refocusing akibat pandemi Covid-19. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Anggaran BOS Madin di Trenggalek Terpangkas Habis akibat Refocusing, FKDT Trenggalek Angkat Bicara

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Tak hanya DPRD Kabupaten Trenggalek, Forum Komunikasi Diniah Takmiliyah (FKDT) Cabang Trenggalek juga menyayangkan keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek yang memangkas habis anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Diniah (Madin). FKDT menyebut, hal itu tak sepadan dengan perjuangan para guru dalam membentuk mental dan akhlak generasi penerus.

Ketua FKDT Cabang Trenggalek, Ali Muhtar mengatakan, madrasah diniah (Madin) adalah salah satu lembaga yang berjasa besar untuk negara. Menurutnya, sebelum Indonesia berdiri, Madin sudah ada. Sehingga jasa Madin tak terukur lagi untuk Indonesia. Dalam kenyataan, kata dia, jasa itu pun tak sebanding dengan sikap pemkab yang memangkas anggaran Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniah dan Guru Swasta (BPPDGS).

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM

“Tidak harus begitu, jasa lembaga ini terhadap negara itu luar biasa. Kalau saat ini anggaran diniah itu terkena refocusing dan dihabiskan, itu sangat keterlaluan,” ungkapnya.

Sebelum BOS Madin Dipangkas Habis, Guru Madin Hanya Diupah Kisaran Rp 300 Ribu

Gus Ali -sapaan Ali Muhtar- mengaku, BOS Madin untuk Kabupaten Trenggalek dialokasikan sejak 2010. Besaran anggarannya, kata dia, sekitar Rp 2,5 miliar. Anggaran itu tak begitu besar untuk memenuhi kebutuhan kelembagaan Madin dan honor guru. Berdasarkan tingkatannya, tiap BOS Madin untuk satu santri mulai Rp 15 – 25 ribu per bulan.

“Sehingga per guru hanya Rp 300 ribu per bulan,” jelasnya.

Pihaknya menyadari, efek pandemi Covid-19 yang membuat refocusing anggaran. Namun, refocusing anggaran bukan dengan memangkas habis BOS Madin. Hal itu tak sepadan dengan guru-guru yang selama ini ikhlas mengajarkan pendidikan agama ke santri-santri, meski dengan insentif yang minim.

“Paling tidak dari yang 11 bulan, itu separo atau seperempatnya. Kasihan guru-guru Madin dan lembaga Madin,” ucapnya.

Menindaklanjuti hal itu, kata Gus Ali, pihaknya sudah berkoordinasi dan merapatkannya dengan DPR Komisi E. Waktu dekat, akan ada rapat dengan Gubernur Jatim. FKDT berharap anggaran BOS Madin dapat dipulihkan lagi.

“Semoga pemangku kebijakan, jika itu bisa diolah lagi. Maka bisa diperbaiki untuk kelembagaan dan guru-guru madrasah diniah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek Totok Rudijanto mengatakan, anggaran BOS Madin dari pemkab masih punya kesempatan untuk dikembalikan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti.

“Kalau dikembalikan sebelum PAK tidak bisa, karena refocusing anggaran sudah final,” pungkasnya.

Sekretaris Fraksi PKB Trenggalek Sayangkan Dicaploknya BOS Madin dalam Refocusing 2021

Tags: guruKabupaten TrenggalekmadrasahsekolahTrenggalek
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi dan Ketua DPW PKS Jatim Iwan Setiawan melakukan audiensi pada Kamis (03/06/2021). (Foto: Polda Jatim)

PKS Kerja Sama dengan Polda Jatim untuk Penanganan Covid-19 dan Perangi Radikalisme

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID