MOJOKERTO, Tugujatim.id – Stasiun Mojokerto mencatatkan lonjakan penumpang saat masuk musim libur panjang Tahun Baru Islam 1447 Hijriah atau 1 Muharram. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari pihak Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daops) 8 Surabaya.
Data yang masuk hingga Kamis (26/06/2025) menyebutkan, sebanyak 1.496 penumpang mendapat pelayanan di Stasiun Mojokerto. Rinciannya, 793 penumpang naik dan 703 penumpang turun. Jumlah tersebut diprediksi terus naik seiring keberangkatan kereta api jarak jauh.
Baca Juga: Mengenal Stasiun di Mojokerto: Sejarah, Fasilitas, dan Akses Transportasinya
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menjelaskan, catatan peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat akan layanan kereta api.
“Antusiasme tinggi untuk bepergian menggunakan kereta api. Tidak hanya tepat waktu tapi juga karena kemudahan akses dan kenyamanan sesuai kebutuhan masyarakat modern, salah satunya Stasiun Mojokerto,” kata Luqman, Jumat (27/06/2025).
Layanan 23 Kereta Api Perjalanan Jarak Jauh
Luqman melanjutkan, terdapat 23 kereta api perjalanan jarak jauh yang melayani pelanggan di Stasiun Mojokerto selama masa libur panjang Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Layanan kereta tersebut terdiri dari 22 kereta jenis reguler dan 1 kereta tambahan dengan kapasitas hingga 12.938 tempat duduk per hari.
Secara kumulatif untuk periode 25 hingga 29 Juni 2025, Stasiun Mojokerto melayani 5.817 pelanggan yang terdiri dari 2.881 penumpang turun dan 2.936 penumpang naik. Sementara, kota tujuan paling banyak dituju dari Mojokerto meliputi Jakarta, Yogyakarta, Ketapang, hingga Madiun melalui layanan kereta api jarak jauh.
Sebagai bentuk antisipasi lonjakan pelanggan, pihak Daops 8 menambah petugas pada beberapa titik layanan, seperti loket, boarding gate, peron, termasuk area pengamanan. Hal ini ditempuh agar proses naik-turun penumpang dapat tertib dan lancar.
“Tentu kami terus berinovasi untuk meningkatkan layanan, mulai penguatan layanan di stasiun hingga penambahan perjalanan (kereta api). Kami juga mengimbau masyarakat untuk memesan tiket melalui kanal-kanal resmi, serta mitra penjualan tiket yang resmi, untuk menghindari risiko penipuan,” tandas Luqman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








