Angsal Gisi, Layanan Kota Pasuruan Tekan Angka Stunting

Angsal Gisi, Layanan Kota Pasuruan Tekan Angka Stunting

  • Bagikan
Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, saat menyapa warga yang menimbang anaknya di Layanan Terpadu Tumbuh Kembang Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi atau Angsal Gisi di Puskesmas Kandangsapi, Kamis (23/6/2022).
Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, saat menyapa warga yang menimbang anaknya di Layanan Terpadu Tumbuh Kembang Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi atau Angsal Gisi di Puskesmas Kandangsapi, Kamis (23/6/2022). (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Demi menanggulangi permasalahan stunting, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan meluncurkan inovasi Layanan Terpadu Tumbuh Kembang Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi atau Angsal Gisi.

Peluncuran layanan Angsal Gisi ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, di Puskesmas Kandangsapi, Kamis (23/6/2022).

Gus Ipul mengungkapkan layanan Angsal Gisi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperhatikan perkembangan tumbuh kembang anak. Salah satunya melalui program peningkatan imunisasi anak di Kota Pasuruan.

“Tiap tahun ada sekitar 6.000-an bayi di Kota Pasuruan, baru 80 persen yang diimunisasi. Ada sekitar 2.000 anak yang belum dapat imunisasi. Dengan layanan ini diharapkan masyarakat lebih mudah mengakses imunisasi,” kata Gus Ipul.

Mantan wakil gubernur Jawa Timur ini berharap seiring meningkatnya jumlah anak yang diimunisasi, maka angka prevalensi stunting di Kota Pasuruan bisa ikut menurun tiap tahunnya.

Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, saat meresmikan Layanan Terpadu Tumbuh Kembang Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi atau Angsal Gisi di Puskesmas Kandangsapi.
Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, saat meresmikan Layanan Terpadu Tumbuh Kembang Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi atau Angsal Gisi di Puskesmas Kandangsapi. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

Gus Ipul menjelaskan bahwa Kota Pasuruan sempat mengalami kenaikan prevalensi stunting dari 19,06% di tahun 2020 menjadi 23,7% di tahun 2021.

“PR utama kami itu (stunting) sebenarnya. Target kami stunting di Kota Pasuruan tahun 2023 turun jadi 18 persen. Kemudian di tahun 2024 turun ke 14 persen,” ungkapnya.

Selain program imunisasi, layanan Angsal Gizi ini juga berfokus pada edukasi masyarakat terkait bagaimana pola asuh yang baik dalam tumbuh kembang anak. Menurut Gus Ipul, para orang tua harus melakukan stimulasi dan deteksi dini agar tumbuh kembang anak bisa optimal.

“Caranya ya seperti menjaga pola makan sehat, mengajak anak olahraga, baca buku dan aktivitas lain yang bksa membangun kedekatan emosi antara orang tua dan anak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, warga yang bergabung program layanan Angsal Gisi ini juga bisa mengakses sarana prasana kesehatan untuk stimulasi perkembangan anak.

Bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak secara langsung maupun via telepon, serta mendapat pendampingan khusus terkait penanganan stunting dari tenaga kesehatan yang terlatih.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan