MALANG, Tugujatim.id – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang mengembangkan inovasi Alat Pemantauan Pelaksanaan Metode Kanguru pada Pasien Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Pasca Rawat Inap (Apel Merah). Inovasi ini dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada ibu dan bayi pasca menjalani rawat inap.
Inovasi Apel Merah dikembangkan oleh RSSA Malang berupa website sederhana yang bisa diakses keluarga pasien dengan mudah dan digunakan sebagai alat pemantauan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Selain itu juga untuk memantau status kesehatan BBLR selama di rumah paska rawat Inap.
Perawat Pelaksana IRNA IV yang juga anggota Tim Inovasi Apel Merah, Ratih Ambarsari, S.Kep, Ners mengatakan inovasi Apel Merah telah diinisiasi sejak tahun 2023 lalu dan mulai diterapkan pada tahun 2024 kemarin.
Latar belakang pembuatan inovasi ini antara lain tingginya kasus BBLR yang dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian, didapatkan pasien BBLR mengalami rehospitalisasi. Ditambah dengan belum adanya alat pemantauan pelaksanaan PMK pada BBLR di rumah paska rawat inap.

“Dengan adanya inovasi ini diharapkan pelaksanaan PMK pada BBLR yang sudah pulang tetap bisa dipantau. Kondisi BBLR tetap stabil dan mengalami kenaikan berat badan normal sehingga dapat mencegah terjadinya stunting,” terang perempuan yang akrab disapa Ambar itu dalam keterangan resmi yang diterima Tugujatim.id, Sabtu (31/5/2025).
Kemudahan Pasien dalam Mengakses Apel Merah
Apel Merah berisi video tutorial penggunaan inovasi apel merah, link pemantauan PMK, ebook edukasi, kontak pengaduan, link kritik dan saran, serta kepuasan pengguna atau pasien. Apel Merah dapat diakses dengan mudah dan diisi setiap hari oleh keluarga pasien melalui gawai pribadi (smartphone) maupun laptop.
Melalui Apel Merah, petugas akan memberikan edukasi dan inform consent (lembar persetujuan) mengenai penggunaan Apel Merah kepada keluarga pasien BBLR, sebelum dipulangkan.
“Petugas mengingatkan pelaksanaan PMK di rumah, serta memantau kondisi bayi melalui Apel Merah. Hal itu dilakukan sejak keluar dari rumah sakit sampai dengan saat pasien kontrol ke klinik anak RSUD Dr. Saiful Anwar,” jelasnya.
Inovasi Apel Merah Berhasil Mengurangi Lama Perawatan di Rumah Sakit
Hadirnya inovasi Apel Merah telah berhasil mengurangi lama perawatan di Rumah Sakit sebesar 5-10 hari. Sehingga menurunkan biaya perawatan, mengurangi risiko rehospitalisasi dan kematian.
BACA JUGA: Drama Kolosal ‘Jejak Nusantara’ Diperankan Dokter, Perawat dan Nakes lain RSSA Meriahkan Peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di RSSA
Pasien BBLR yang dipantau dengan Apel Merah mayoritas mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) dan mengalami kenaikan berat badan normal sehingga dapat mencegah stunting.
BBLR berhak mendapatkan tumbuh kembang yang sama dengan bayi normal. Melalui perawatan yang tepat, mereka dapat mencapai potensi perkembangan yang sama.
Ambar juga mengimbau orang tua memperhatikan dan memberi perawatan yang maksimal kepada bayi.
“Paling penting adalah orang tua, keluarga dan seluruh petugas kesehatan yang merawat BBLR memberikan perhatian dan perawatan yang optimal. Agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” tandas Ambar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Darmadi Sasongko








