Arema FC Didenda Rp170 Juta, Dipicu Oknum Tak Bertanggung Jawab Lempar Petasan hingga Nyalakan Flare

Arema FC. (Foto: Dani Kristian/Tugu Jatim)
Ribuan suporter Arema FC memadati tribun saat laga berlangsung. (Foto: Dani Kristian/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Arema FC mau tidak mau harus membayar denda atas kejadian pelemparan petasan dan nyalakan flare. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan denda Rp170 juta atas kasus oknum tak bertanggung jawab yang melempar petasan di penginapan tim PSS Sleman. Selain itu, atas insiden lempar gelas air mineral hingga penyalaan flare saat pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Arema FC harus menanggung pelanggaran itu yang tertuang dalam surat bernomor 014/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2022 terkait adanya penembakan beberapa petasan ke hotel tempat menginap PSS Sleman. Kemudian, surat bernomor 015/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022 yang menyebutkan bahwa ditemukan adanya lemparan gelas mineral sebanyak dua kali oleh suporter yang diarahkan kepada pemain PSS Sleman saat pertandingan.

Terakhir, surat bernomor 016/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022 yang menyebutkan bahwa Arema FC dinilai melakukan pelanggaraan karena ulah suporter yang menyalakan flare yang terjadi di tribun utara dan selatan.

Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris menyayangkan adanya pelanggaran-pelanggaran tersebut. Dia menilai semua pihak harus introspeksi. Sebab, hal tersebut tentu sangat merugikan Arema FC.

“Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Kami terus mengimbau kalau perlu menindak tegas hal-hal yang berpotensi munculnya pelanggaran yang berakibat pada kerugian pada klub,” ucapnya pada Senin (15/08/2022).

Dia mengatakan, pelanggaran-pelanggaran tersebut sangat memungkinkan akan berdampak pada hukuman selanjutnya seperti pengosongan tribun atau pertandingan tanpa penonton, bahkan harus menjalani laga usiran jika masih terulang lagi.

“Kami harus berpikir kemungkinan terburuk akibat adanya pelanggaran ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan adanya hukuman pengosongan tribun, bahkan pertandingan usiran,” jelasnya.

Dia melanjutkan, pihaknya berharap suporter menghentikan aksi pelanggaran yang merugikan klub.

“Sangat dikhawatirkan, jadi sekali lagi kami mohon kepada suporter untuk menghentikan aksi-aksi yang bisa menjurus pada sanksi dan denda,” imbuhnya.

Dia mengatakan, suporter Arema FC juga harus mulai menyadari dampak tersebut. Jadi, ke depannya tak ada hal-hal yang menimbulkan potensi kerugian klub.

“Hal utama yang harus dibangun adalah kesadaran. Seketat apa pun pengamanan dengan jumlah personel yang banyak, hal itu tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dari suporter,” ujarnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim