JEMBER, Tugujatim.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan pentingnya masyarakat mengutamakan posyandu sebagai layanan kesehatan primer sebelum ke rumah sakit.
Menurut Arumi Bachsin, sistem posyandu yang telah lama ada perlu dioptimalkan untuk meringankan beban fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
“Sebenarnya itu sistem yang sudah ada dan lama sekali. Tidak semua orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan itu sakit, seperti imunisasi yang merupakan kegiatan rutin. Ini akan sangat meringankan beban rumah sakit maupun puskesmas,” ujar Arumi saat kegiatan Penguatan Kelembagaan Posyandu di Kabupaten Jember pada Senin (24/11/2025).
Dia menjelaskan, untuk pasien rawat jalan yang tidak terindikasi penyakit, seperti imunisasi, penimbangan, dan pengukuran perkembangan anak, sudah tersedia di posyandu. Yang menjadi keunggulan, posyandu tidak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, tetapi juga pembinaan bagi orang tua.
“Di posyandu ada unsur pembinaannya. Jadi ayah bunda bisa mendapatkan fasilitas kesehatan sekaligus pembinaan,” jelasnya.
Arumi juga menyoroti keberadaan posyandu yang lebih dekat dengan pemukiman warga, terutama di daerah dengan topografi beragam seperti pegunungan dan pantai.
“Posyandu biasanya ada lebih dekat dengan pemukiman warga, jadi tidak harus berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan fasilitas tersebut,” katanya.
Jember Optimalkan Posyandu hingga Pelosok
Senada dengan Arumi, Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita menyampaikan bahwa Jember memiliki jumlah posyandu yang sangat banyak dan tersebar hingga daerah terpencil.
Dia mengakui adanya tren masyarakat, terutama generasi muda, yang lebih memilih rumah sakit untuk pelayanan kehamilan dan persalinan.
“Anak muda sekarang ketika hamil, melahirkan, dan punya anak trennya ke rumah sakit. Padahal lebih baik kami berdayakan kembali posyandu karena di sana tidak kalah. Kami dapat ilmu dan pembinaan,” ujar Ghyta.
Dia menambahkan, Jember dengan kekayaan sumber daya alamnya, baik dari pantai maupun pegunungan, memiliki potensi besar dalam menyediakan protein dan makanan bergizi. Namun, tantangannya adalah cara masyarakat mengolah dan memilih makanan yang seringkali hanya mengutamakan kenyang tanpa memperhatikan nilai gizi.
“Peran posyandu dan PKK melalui kader sangat penting untuk memberdayakan semua potensi ini, termasuk dalam upaya menurunkan angka stunting,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








