Atma Connect Gelar Webinar Bersama Masyarakat Menghadapi Pandemi COVID-19 - Tugujatim.id

Atma Connect Gelar Webinar Bersama Masyarakat Menghadapi Pandemi COVID-19

  • Bagikan
Atma Connect
Suasana webinar oleh Atma Connect dengan tema Perjalanan Virtual Bersama Masyarakat Menghadapai Pandemi Covid-19, Rabu (24/11/2021).(Foto: Dokumen)

JAKARTA, Tugujatim.id, Atma Connect menyelenggarakan webinar dengan tema Perjalanan Virtual Bersama Masyarakat Menghadapi Pandemi COVID-19, Rabu (24/11/2021).

Melalui webinar ini Atma Connect menyampaikan cerita pengalaman seputar peran informasi dan teknologi (IT) dalam mendukung masyarakat selama masa krisis akibat pandemi COVID-19. Sejak awal pandemi COVID-19 pada bulan Maret 2020 Atma Connect telah mengembangkan platform digital bernama atmago.com.

Webinar live via zoom ini menghadirkan Abetnego Tarigan dari Deputi II Kantor Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia. Empat pembicara inti lainnya adalah Luthfi Ashari selaku penulis cerita Penyintas dan Pejuang Nafkah COVID-19, Agustian, Inisiator program Salam Radio live streaming pelaku usaha bangkit, Danardono Siradjuddin  inisiator program Kolase Sakawarga, dan Sovia Eprinita counselor program Curhat Corona.

Dalam pidato pembukaannya Abetnego Tarigan, menyatakan bahwa pemerintah selalu hadir memberikan dukungan kepada masyarakat dalam penanganan COVID-19. Ada tiga hal tahapan penting yang dilakukan yaitu mendeteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi dan tes screening, meningkatkan rasio kontak erat, surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus.

Aplikasi Atmago yang dikembangkan oleh Atma Connect. (Foto: Dokumen)

Dalam penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama berbagai pihak, khususnya masyarakat.  Karena dalam penanganan Covid-19 ini juga banyak tantangan yang dihadapi misalnya kurangnya kedisiplinan terhadap protokol kesehatan, komunikasi yang kurang baik, data yang kurang singkron, dan juga kurangnya penerapan 3T.

“Dalam penanganan Covid-19 ini juga diperlukan kolaborasi Pentahelix Berbasis Komunitas. Dari Pemerintah (Regulator) menerbitkan strategi dan kebijakan penanganan Covid-19 yang tepat. Media (Katalisator) mengedukasi, sosialisasi, diseminasi informasi, dan menangkal hoax yang beredar terkait Covid-19. Kemudian Akademisi (Konseptor) berkaitan dengan kepakaran, pengkajian, dan penelitian untuk memberikan rekomendasi alternatif solusi. Swasta (Enabler) mendukung dan menggalang sumber daya untuk percepatan penanganan Covid-19,” kata Abet.

Luthfi Azhari, kontributor cerita penyintas juga berbagi kisah tentang pengalamannya selama menulis Cerita Penyintas dan Pejuang Nafkah COVID-19 Atmago. Ada dua sosok yang diceritakannya, pertama adalah Imam yang berprofesi sebagai tukang pijat, yang kedua adalah Akbar seorang tukang ojek. Awalnya mereka menganggap COVID-19 ini biasa saja.

Tapi begitu diberlakukan lockdown mereka baru sadar jika virus ini bukan virus biasa. Pada akhirnya pekerjaan mereka berdua menjadi terhambat, pelanggan berkurang dan bahkan hilang.

“Meskipun pandemi ini benar-benar universal, dampaknya tidak terduga dan menyentuh semua sisi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat bawah. Tetapi pandemi juga memunculkan kreativitas dan kolektivitas di kalangan warga. Pada saat yang sulit itu juga pemerintah datang dengan skenario bantuan, ada dari daerah maupun pusat. Dan itu dirasa sangat membantu,” ungkap Luthfi

Sovia Eprinita selaku konselor Curhat Corona AtmaGo menjelaskan dalam paparannya bahwa layanan Curhat Corona AtmaGo hadir sebagai salah satu upaya untuk memberikan dukungan sosial dasar bagi masyarakat selama pandemi, sehingga masyarakat mendapatkan penguatan dukungan psikologis. Telah banyak keluhan yang muncul dalam sesi konsultasi seperti keluhan sulit tidur, mudah marah, lebih sensitif, cemas berlebih, dan sebagainya.

“Banyak perubahan positif  yang dirasakan oleh masing-masing individu selama menerima layanan ini seperti munculnya perasaan positif, perasaan tenang dan didengarkan, perasaan menjadi semakin lega, dan terlebih lagi individu mengetahui dan paham bagaimana harus bersikap dalam menyikapi masalah yang sedang dialami,” ujar Sovia.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Agustian, penggagas salam radio, dan juga Danardono Siradjuddin, Co-Founder Kolase Sakawarga. Webinar ini moderatori oleh Silvia Syulianti Program Director Atma

AtmaGo berangkat dari keyakinan bahwa tak ada yang lebih mampu memberdayakan masyarakat selain masyarakat itu sendiri. Merekalah yang paling mengerti akar permasalahan yang dihadapi, siapa saja yang butuh bantuan, dan pertolongan seperti apa yang akan memberikan dampak positif di jangka panjang.

Gagasan inilah yang kemudian menginspirasi slogan “Warga Bantu Warga. Microsite covid19. atmago.com diciptakan sebagai platform untuk mewadahi serta mendorong interaksi tersebut.

  • Bagikan