Tugujatim.id – Mengawali Tahun Baru 1448 Hijriah dengan menjadi tamu Allah SWT di Tanah Suci menjadi momen istimewa bagi puluhan jamaah Chatour Travel. Sebanyak 49 jamaah diberangkatkan dalam rombongan umroh awal musim 1448 Hijriah dengan mengusung tema Umroh Keluarga Bahagia.
Tour Leader Chatour Travel, Agus Rohman, menjelaskan bahwa keberangkatan ini merupakan rombongan perdana umroh awal musim 1448 Hijriah. Semula jamaah dijadwalkan berangkat pada 20 Juni 2026 sesuai brosur, namun terdapat penyesuaian jadwal dari maskapai sehingga keberangkatan dimajukan menjadi 19 Juni 2026 pukul 22.30 WIB.
49 Jamaah Berangkat pada Awal Musim 1448 Hijriah
“Alhamdulillah saya sebagai Tour Leader perdana umroh awal musim 1448 Hijriah membawa 49 jamaah. Terdiri dari 24 jamaah paket Arbain dan 25 jamaah paket non Arbain,” ujarnya.
Menurut Agus, umroh pada awal musim memiliki tantangan tersendiri. Saat rombongan tiba, sebagian jamaah dari kloter akhir musim sebelumnya masih berada di Tanah Suci, khususnya di Madinah, sehingga tidak semua hotel siap menerima jamaah baru.

Meski demikian, seluruh jamaah Chatour Travel dapat menjalani proses kedatangan dengan lancar.
“Alhamdulillah jamaah tidak sampai terlantar. Semua bisa masuk hotel, check in dengan nyaman dan aman,” katanya.
Baca Juga : Cara Memilih Travel Umroh Aman, Ini 10 Keunggulan Chatour Travel
Rombongan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dengan keberangkatan dari Solo dan mendarat di Madinah lebih cepat sekitar satu jam dari jadwal yang diperkirakan. Perjalanan berlangsung lancar dengan transit pengisian bahan bakar di Medan selama kurang lebih 30 menit.
Di tengah kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya penerbangan, semangat jamaah untuk beribadah tidak surut. Agus menilai para jamaah justru semakin khusyuk menjalankan ibadah serta memanjatkan doa agar setiap pengorbanan yang dilakukan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
Paket Arbain menawarkan waktu tinggal lebih panjang di Madinah agar jamaah dapat menyempurnakan rangkaian Salat Arbain, yakni melaksanakan 40 kali salat fardu berjamaah di Masjid Nabawi.
Karena itu, jamaah paket Arbain dijadwalkan berada di Madinah selama sekitar sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Sementara jamaah paket non Arbain berada di Madinah sekitar lima hari sebelum bertolak ke Makkah.
Dalam perjalanan ibadah tersebut, paket Arbain didampingi mutowwif Ustadz Mu’iz, sedangkan paket non Arbain didampingi Ustadz Hanafi.
Kebersamaan Keluarga Jadi Semangat Beribadah
Yang menarik, mayoritas jamaah dalam keberangkatan ini berangkat bersama keluarga. Terdapat satu keluarga besar yang terdiri dari sembilan orang, keluarga lainnya berjumlah lima orang, empat orang, hingga tiga orang. Selain itu ada pula pasangan suami istri, ibu dan anak, serta beberapa jamaah yang berangkat secara mandiri.

Kebersamaan tersebut sejalan dengan konsep Umroh Keluarga Bahagia yang diusung Chatour Travel. Kehangatan keluarga terlihat dalam setiap rangkaian ibadah, mulai dari saling mendukung, menguatkan, hingga menyemangati satu sama lain selama berada di Tanah Suci.
“Nampak sekali keakraban mereka saat menjalankan ibadah. Mereka saling membantu, saling menyemangati, dan mendukung untuk beribadah bersama-sama. Ini menjadi momentum yang sangat indah bagi keluarga,” ungkap Agus.
Agus juga mengingatkan jamaah agar memperhatikan kondisi kesehatan mengingat suhu di Madinah mencapai 46 derajat Celsius. Ia menyarankan jamaah menyiapkan vitamin C dan oralit sebagai langkah antisipasi agar tidak mengalami dehidrasi akibat cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah meski cuaca cukup panas, jamaah tetap sehat, bahagia, dan antusias mengikuti seluruh program kegiatan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Mochamad Abdurrochim








