Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, Kapasitas BOR di Surabaya Turun 7 Persen - Tugujatim.id

Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, Kapasitas BOR di Surabaya Turun 7 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi BOR di Rumah Sakit. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi BOR di Rumah Sakit. (Foto: Pixabay)

SURABAYA, Tugujatim.id – Setelah adanya penurunan terkait jumlah pemulasaraan Covid-19 di Kota Surabaya yang sebelumnya 180 kali menjadi 85 kali, hal serupa juga terjadi pada bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) Surabaya yang menurun hingga 7 persen.

Sebelumnya BOR tercatat sekitar 90 persen, saat ini menjadi 83 persen. Maka dari itu, banyak pasien Covid-19 mulai sembuh dan tidak lagi dirawat di RS Kota Surabaya.

”BOR rumah sakit di Surabaya dari 90 persen, sekarang sudah 83 persen (turun sekitar 7 persen, red),” terang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Selasa (27/07/2021).

Terkait penurunan BOR di RS, Eri menambahkan, disebabkan banyak faktor, salah satunya ada penambahan rumah sakit baru. Sebut saja, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Kedung Cowek Surabaya.

Di sisi lain, Eri meminta pada warga Surabaya agar tidak melihat dari sisi BOR di RS. Sebab, sebagai Ibu Kota Provinsi Jatim, tentu saja RS di Surabaya menjadi rujukan pasien bagi kota-kabupaten lain di Jatim yang mengalami situasi sulit.

Dari situ, Eri juga menambahkan, dirinya belum bisa mendata secara pasti mana warga yang asli Surabaya dan warga luar Surabaya yang berada di dalam BOR RS tersebut.

“Jadi jangan dilihat Surabaya dari BOR RS-nya. Kalau lihat BOR Surabaya dari RS, kesusahan (karena banyak yang bukan warga Surabaya asli, red),” bebernya.

Saat ini, rujukan pasien dari luar kabupaten-kota ke rumah sakit di Surabaya masih terbilang tinggi.

Karena Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jatim, Eri menjelaskan, semua ketika alami gejala Covid-19 berat dirujuk ke Surabaya. Dengan melihat kasus Covid-19 dari sisi BOR, tentunya akan kesulitan. Pasien yang dirawat di RSU dr Soetomo tidak semuanya merupakan warga Surabaya.

“Di Surabaya kalau melihat dari BOR-nya agak susah. Karena yang dirawat itu orang Surabaya atau bukan. Ini mengapa kita harus lihat secara gamblang, jadi jangan dilihat dari BOR-nya, tapi yang sembuh berapa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Eri juga menyampaikan, selama PPKM Darurat Level 4 diterapkan di Kota Surabaya, terjadi penurunan pemakaman atau pemulasaraan Covid-19 secara prokes di Kota Surabaya.

“Jadi memang ada penurunan angka kematian yang dimakamkan (pemulasaraan, red) secara prokes (dari jumlah sebelumnya 180 per hari, menjadi 85 per hari, red),” ujarnya.

  • Bagikan