Banyak Pemuda Tak Punya Pekerjaan Tapi Punya Banyak Uang

Banyak Pemuda Tak Punya Pekerjaan Tapi Punya Banyak Uang

  • Bagikan
Pemuda sekarang untuk dapat uang tak haru memiliki pekerjaan/tugu jatim
Pemuda sekarang untuk dapat uang tak haru memiliki pekerjaan. (Foto: Unplash)

Oleh: Fahra Auliani Rahmah*

Tugujatim.id– Kemajuan zaman menuntut banyak perubahan. Salah satunya yaitu di bidang pekerjaan. Sekarang sudah banyak pemuda yang tidak memaksakan diri untuk bekerja pada pekerjaan yang dianggap selalu bonafit seperti dokter, polisi, pengacara, dll. Mereka mulai berfikir terbuka bahwa pekerjaan apa saja sama bonafitnya asalkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Bahkan sekarang para pemuda tidak hanya berpikir bahwa pekerjaan bukan hanya sekedar untuk menghasilkan uang, tapi juga bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain dan sekitar. Maka dari itu tidak heran bila banyak pemuda yang berkecimpung dalam dunia UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Menjadi pengusaha berarti juga menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan orang lain, sekecil apapun usaha yang dibangun. Menjadi pengusaha muda tentu perlu banyak belajar dan harus berani mencoba.

Pada acara Lead The Fest 2021 yang diadakan oleh pemimpin.id. hadir pembicara Aldi Haryopratomo membagikan pengalaman dan pandangannya untuk para pemimpin dan pengusaha muda. Aldi mengatakan bahwa potensi anak muda di Indonesia sangat besar untuk memajukan UMKM.

Kebanyakan mereka sekarang juga lebih tertarik berwirausaha. Apalagi di saat-saat pandemi seperti ini menjadi konten kreator sangat berpeluang besar. Banyak anak muda yang mengaku tidak punya pekerjaan tetapi banyak punya penghasilan. Mereka mendapatkan penghasilan dari me-review makanan, tempat-tempat wisata, kosmetik, dsb.

Selain itu juga komisaris HaloDoc ini juga mengatakan bahwa UMKM yang masih berbasis luring akan sulit mempertahankan diri saat ini. UMKM harus mulai beralih ke daring, karena jika dilihat dari trend sekarang, justru yang berbasis daring semakin naik.

Usaha di bidang kesehatan saat ini juga menjadi sorotan. Pasalnya masyarakat sekarang jadi lebih peduli dengan kesehatannya. Sangat bagus jika mengembangkan usaha ini. Berbanding terbalik dengan usaha di bidang pertanian dan perikananan secara umum menurun. Akan lebih baik jika memasarkan produk secara langsung agar konsumsi meningkat.

Hal menarik yang bisa ditiru untuk para calon pengusaha adalah harus terus mau belajar dan sadar akan kelemahan kita. Kemudian juga bangga pada tim adalah hal sangat penting. Pemimpin yang baik adalah yang menghargai bagian timnya.

Pria yang sempat lama mengenyam pendidikan di Harvard University ini juga menuturkan bahwa sangat penting untuk berani jadi diri sendiri, tidak perlu takut untuk menjadi berbeda.

Selain itu, perlunya support system dari lingkungan, pentingnya untuk tidak mendapat banyak tekanan dari lingkungan sekitar. Karena kebanyakan di Indonesia anak-anak ditekan untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya. Hal tersebut akan mematikan kreativitas dan keberanian untuk mengekspresikan diri mereka.

Indonesia memiliki nilai-nilai yang bisa dikembangkan. Salah satunya yang sangat kental terasa adalah suasana kebersamaan. Usaha-usaha yang berbasis kebersamaan juga harus digaungkan. Karena akan sangat menyentuh konsumen, karena dekat dengan masyarakat Indonesia.

Tokoh yang bisa dicontoh untuk nilai-nilai kebersamaan ini adalah Bung Hatta. Beliau pernah berujar bahwa Indonesia penuh dengan rasa kebersamaan. Salah satu wujudnya yaitu koperasi. Bahkan Gojek sendiri merupakan perusahaan ojek online yang berbasis koperasi. Sebab alasan itulah yang menjadikan perusahaan tersebut berbeda dan bisa bertahan, bahkan semakin maju hingga saat ini.

*Peserta magang Tugu Media Group (TMG)

  • Bagikan