TUBAN, Tugujatim.id – Kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax mulai dirasakan para pengemudi ojek online. Salah satunya Nanang, driver ojol di Tuban, yang kini harus memutar otak agar penghasilannya tetap cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Nanang mengaku selama ini memilih menggunakan Pertamax untuk motor yang dipakai bekerja setiap hari. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia sempat melihat banyak rekan sesama driver mengalami masalah pada mesin motor usai memakai BBM subsidi jenis Pertalite pada beberapa bulan yang lalu.
Menurutnya, beberapa motor milik temannya bahkan harus masuk bengkel karena mengalami brebet hingga perlu mengganti komponen mesin. Pengalaman itu membuatnya lebih berhati-hati memilih bahan bakar.
“Teman-teman banyak yang motornya brebet sampai masuk bengkel. Saya juga pernah merasakan motor brebet, tapi syukurnya belum sampai servis besar,” ujarnya.
Sejak saat itu, Nanang memutuskan beralih memakai Pertamax demi menjaga performa motor sekaligus memberikan pelayanan yang nyaman kepada pelanggan.
Dalam sehari, ia mengaku bisa membawa pulang penghasilan bersih sekitar Rp100 ribu. Namun, biaya operasional untuk membeli bensin juga tidak sedikit. Rata-rata ia menghabiskan sekitar Rp50 ribu per hari hanya untuk mengisi BBM.
Dengan kondisi harga BBM non subsidi yang naik, Nanang kini mulai mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakarnya. Meski begitu, ia masih ragu untuk kembali memakai Pertalite.
Baca Juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter Mulai 10 Juni 2026, Ini Daftar BBM Terbaru
Harga Pertamax Melonjak
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Kebijakan tersebut diambil setelah koordinasi dengan pemerintah serta mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan penyesuaian harga dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan menjadi bagian dari evaluasi berkala pemerintah.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan distribusi energi sekaligus memastikan kualitas layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Pertamina juga memastikan stok BBM non subsidi tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU.
Berikut daftar terbaru harga Pertamax Series:
* Pertamax (RON 92): dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter
* Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter
* Pertamax Turbo (RON 98): tetap Rp20.750 per liter
Dex Series :
* Dexlite (CN 51): Rp. 23.000/liter. (tetap)
* Pertamina Dex (CN 53): Rp. 24.800/liter. (tetap)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








