• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Duta Besar Swedia

Duta Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta, Gustav Dahlin (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Beda Pemungutan Suara Antara Indonesia dan Swedia

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Duta Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta, Gustva Dahlin menceritakan pengalamannya berkunjung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya saat Pilkada serentak 2024. Sejumlah perbedaan dirasakan pemungutan suara antara Indonesia dan Swedia.

Gustva Dahlin berkesempatan melihat langsung proses pemungutan suara untuk Pilkada di Surabaya pada Rabu kemarin (26/11/2024). Menurutnya, banyak perbedaan antara Indonesia dan Swedia.

You might also like

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

02/07/2026 9:54 PM
BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

02/07/2026 5:23 PM

Salah satunya soal Pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Indonesia yang jatuh saat weekday membuat Pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional.

“Di Swedia, kami selalu minggu (pemilihan) jadi tidak ada hari libur,” kata Gustav kepada Tugujatim.id.

Swedia merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan monarki. Sehingga, pimpinan negara seorang Raja tidak dipilih langsung oleh rakyat.

“Kita tidak memilih Presiden di Sweden. Kita memiliki Raja yang memiliki posisi sebagai Raja. Raja itu tidak memiliki kekuatan eksekutif lagi. Semuanya bergantung ke pemerintahan dan pemerintahan,” ucapnya.

“Di sana kita memilih hanya untuk Pemerintahan. Dan kemudian Pemerintahan akan membentuk pemerintahan (legislatif, eksekutif, yudikatif), berdasarkan kebanyakan dari pemerintahan,” imbuhnya.

Sehingga, proses demokrasi antara Indonesia dan Swedia memiliki perbedaan yang cukup jauh. Sebab, Swedia tergolong sebagai negara hierarki.

Gustav cukup mengenal Indonesia. Dia mengaku ingin belajar banyak soal pemerintah dan proses demokrasi pemungutan suara saat Pilkada dan Pemilu.

“Saya ingin belajar soal kebebasan. Kita adalah monarki, bukan Republik,” ucapnya.

Meski negaranya tidak menganut sistem Republik, namun Gustav menyebut bahwa proses demokrasi bisa didapatkan tidak hanya melalui pemungutan suara. Yang terpenting, masyarakatnya memiliki andil dalam menentukan sistem pemerintahan seperti apa yang mereka butuhkan.

“Pada akhirnya, Anda harus membuat sistem yang memastikan kekuasaan berada dengan rakyat. Dan rakyat memiliki kemungkinan untuk memilih representatif dan pemerintah mereka dan mereka yang akan meninggalkan negara itu,” terangnya.

Sebagai informasi, Gustav Dahlin merupakan salah satu peserta Election Visit Program (EVP) Indonesia’s Simultaneous Regional Elections 2024 yang digelar KPU RI di Surabaya selama 25-28 November 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Duta Besar Swedia untuk IndonesiaEVP 2024KPU RIPilkada 2024
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 9:54 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kronologi penggerebekan gudang penyimpanan narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape)...

BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 5:23 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur,...

Sekolah Rakyat.

1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat selama 5 Hari, Fokus Latih Hidup Mandiri di Asrama

by Dwi Linda
29/06/2026 10:03 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Sebanyak 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Pohon Tumbang

Pohon Tumbang Timpa Tiga Sepeda Motor dan Mobil di Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID