Begini Penanganan Covid-19 Menurut Bupati Malang Sanusi untuk Klaster Hajatan di Sumawe

  • Bagikan
Bupati Malang Muhammad Sanusi saat menjelaskan penanganan Covid-19 di Sumbermanjing Wetan.(Foto: Rizal/Tugu Jatim)
Bupati Malang Muhammad Sanusi saat menjelaskan penanganan Covid-19 di Sumbermanjing Wetan.(Foto: Rizal/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Bupati Malang Muhammad Sanusi mengungkapkan ada klaster baru penyebaran Covid-19 di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

“Kronologisnya itu Pak Kasun hajatan, entah sunat atau pernikahan yang mengundang tamu. Lalu di situ tertular (Covid-19), jadi para tamu dan keluarganya juga kena,” terangnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Akibat klaster baru tersebut, setidaknya ada 56 orang harus isolasi mandiri (isoman) dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

“Di sana ada 56 orang yang isoman selama 14 hari sampai negatif Covid-19, yang meninggal kemarin cuma satu orang,” bebernya.

Selain itu, Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, juga dinyatakan lockdown.

“Di sana lockdown, akan kami bantu sembako dan lain-lainnya, dari TNI-Polri akan berjaga di sana,” ucapnya.

Alumnus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran ini juga mengungkapkan, dalam gelombang kedua penyebaran Covid-19 ini sudah ada 13 orang meninggal dunia yang tersebar di seluruh Kabupaten Malang.

“Yang kemarin (meninggal) ada 6 orang dan kemarin lusa ada 7 orang, totalnya ada 13 orang. Itu bukan hanya di Sumawe, tapi tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang,” tuturnya.

Karena itu, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang bergerak cepat untuk membuat kebijakan pelarangan hajatan mulai dari kemarin.

“Lalu tadi malam kota memutuskan bersama forkopimda dan jajaran untuk melarang (hajatan). Kalau masih bandel, maka forkopimda akan menjatuhkan sanksi,” tegasnya.

Selain itu, langkah percepatan vaksinasi juga dikebut agar tercipta kekebalan tubuh di masyarakat.

“Untuk vaksinasi, kami kekurangan 100.000 dosis dan kemarin kami rakor bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Pak Dandim, dan Pak Kapolres. Nanti dari Kapolres akan membantu 5.000 dan Dandim 5.000 vaksin yang akan disebar,” tandasnya.

“Yang kami ajukan 100.000 itu kemungkinan minggu ini akan datang ke masing-masing puskesmas,” ujarnya.

  • Bagikan