Tugujatim.id – Berseliweran berita tentang penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh Bangsa Indonesia. Penganugerahan ini ternyata bukan soal pemberian gelar semata, namun terdapat tunjangan pula untuk ahli waris Pahlawan Nasional.
Besaran tunjangan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 78 tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara serta Besaran Tunjangan Berkelanjutan bagi Pejuang, Perintis Kemerdekaan, dan Keluarga Pahlawan Nasional.
Pasal 19 pada Perpres ini menulis bahwa Besaran Tunjangan kepada Keluarga Pahlawan Nasional ditetapkan sebesar Rp50 Juta per tahun.
Tidak hanya itu, pada Pasal 9 Perpres ini menyebutkan bahwa Tunjangan Berkelanjutan kepada Keluarga Pahlawan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat diberikan dalam bentuk tunjangan kesehatan; tunjangan hidup; perumahan; dan atau pendidikan.
Sementara itu, tunjangan kesehatan yang dimaksud meliputi biaya aksesibilitas ke fasilitas pelayanan kesehatan; biaya perawatan; serta tambahan pembelian obat.
Kemudian, tunjangan hidup meliputi biaya untuk pembelian sandang; pembelian pangan; tambahan asupan permakanan bergizi; serta rekreasi atau hiburan.
Lalu, tunjangan perumahan sebagaimana meliputi biaya untuk pemeliharaan rumah atau sewa rumah; pembayaran tarif listrik; serta pembayaran PAM atau air bersih. Sementara, tunjangan pendidikan berupa biaya beasiswa.
Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kepada 10 tokoh bangsa. Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara Jakarta pada Senin, (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Anugerah Gelar Pahlawan Nasional. Naskah keputusan dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden sebelum prosesi penyerahan penghargaan kepada para ahli waris.
Berikut daftar 10 tokoh penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025:
1. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Tokoh dari Jawa Timur, pahlawan di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. Dikenal sebagai tokoh bangsa yang memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme.
2. Jenderal Besar TNI H. Muhammad Soeharto – Tokoh dari Jawa Tengah, pahlawan di bidang perjuangan bersenjata dan politik. Dikenal sejak masa kemerdekaan sebagai pemimpin pelucutan senjata Jepang di Yogyakarta tahun 1945.
3. Marsinah – Tokoh dari Jawa Timur, pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Buruh asal Nganjuk ini menjadi simbol keberanian dan perjuangan hak asasi manusia dari rakyat kecil.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Tokoh dari Jawa Barat, pahlawan bidang perjuangan hukum dan politik. Gagasannya tentang konsep negara kepulauan menjadi dasar Deklarasi Juanda 1957.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Tokoh dari Sumatera Barat, pahlawan bidang perjuangan pendidikan Islam. Ulama dan pendidik yang berperan penting dalam pendidikan perempuan Islam.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Tokoh dari Jawa Tengah, pahlawan bidang perjuangan bersenjata. Berperan aktif sebagai komandan kompi TKR dalam perang kemerdekaan 1945–1949.
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Tokoh dari Nusa Tenggara Barat, pahlawan bidang pendidikan dan diplomasi. Dikenal sebagai pelopor pendidikan dengan mendirikan sejumlah sekolah pada awal 1920-an.
8. Syaikhona Muhammad Kholil – Tokoh dari Jawa Timur, pahlawan bidang perjuangan pendidikan Islam. Ulama karismatik yang berperan penting dalam perkembangan pesantren dan pendidikan kultural.
9. Tuan Rondahaim Saragih – Tokoh dari Sumatera Utara, pahlawan bidang perjuangan bersenjata. Dijuluki Napoleon dari Batak, memimpin pasukan di Simalungun melawan kolonialisme Belanda.
10. Zainal Abidin Syah – Tokoh dari Maluku Utara, pahlawan bidang perjuangan politik dan diplomasi. Sultan Tidore ke-37 yang memimpin sejak 1946 dan aktif dalam memperjuangkan integrasi daerah ke NKRI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








