• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tugu Jatim

Siti Wasiah, warga Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, menangis sendu saat dikunjungi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana karena mendapatkan bantuan bedah rumah. (Setyo/ Tugu Jatim)

Beri Bantuan Bedah Rumah di Kediri, Dhito Ditangisi Warga Desa Manyaran

Redaksi by Redaksi
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id- Program bedah rumah sedang direncanakan Pemerintah Kabupaten Kediri. Tentu, hal tersebut menjadi kebahagiaan seperti yang dirasakan dua keluarga kurang mampu asal Dusun Manyaran, RT 002/002, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Rumah mereka yang nyaris roboh, Jumat 18 Februari 2022 siang didatangi Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan dijanjikan akan diberikan bedah rumah.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu, pertama kali mendatangi rumah Zaenal yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak. Setelah melihat-lihat kondisi rumah dan menyampaikan keinginannya, Mas Dhito melanjutnya mendatangi rumah Ansori yang tak jauh dari rumah Zaenal.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Setelah melihat kondisi kedua rumah warganya itu, Mas Dhito menyampaikan pihaknya akan memperbaiki kedua rumah itu supaya lebih layak untuk dihuni. Untuk keluarga Zaenal, pihaknya juga akan membangunkan sarana mandi cuci kakus (MCK).

“Yang paling penting, bagaimana keluarga ini nanti melanjutkan hidupnya, maka untuk (keluarga) pak Zaenal saya minta untuk diberikan pelatihan kepada ibunya (istri zaenal) juga kita berikan motor untuk pak Zaenal, ” kata Mas Dhito.

Sebagai penarik becak, penghasilan Zaenal tak menentu. Bahkan, dalam satu minggu pernah sampai tidak mendapatkan penghasilan. Atas kondisi yang dialami, Mas Dhito menjanjikan bantuan sepeda motor supaya bisa dimanfaatkan Zaenal untuk bekerja. Sedang, istrinya akan diberikan bantuan gerobak untuk berdagang.

Keluarga Zaenal memang masih jauh dari kata mapan. Rumah Zaenal sangat kecil, berukuran 3×6 meter. Dinding rumahnya meski sudah tembok, karena banyak retakan terpaksa dicongkok menggunakan bambu dari luar supaya tidak roboh.

Meski berbahaya, kondisi perekenomian keluarga memaksa Zaenal dan keluarganya tetap bertahan.Tak hanya bangunan rumah yang memprihatinkan, keluarga Zaenal pun tak memiliki kamar mandi dan WC. Selama ini keluarga Zaenal menumpang di mushola yang berlokasi tak jauh dari rumah mereka.

Di rumahnya itu Zaenal tinggal bersama istri, Siti Fatimah dan empat orang anaknya. Dua anaknya yang sudah besar bekerja di warung makan untuk membantu perekenonian keluarga. Anak nomor tiga masih duduk di bangku kelas 6 madrasah dan si bungsu masih berusia 4 tahun.

Mereka tak mengira, siang itu rumahnya bakal didatangi orang nomor satu di Kabupaten Kediri. Bahkan, kedatangan Mas Dhito itu seakan memberi jawaban atas doa-doa mereka yang sudah lama berkeinginan dapat memperbaiki rumahnya.

“Saya tidak punya apa-apa, dikasih banyak begitu sama Mas Dhito saya sangat berterima kasih. Rumah mau dibangun ditambah toilet dan sumur terus dikasih pelatihan usaha sak rombonge, terus sepeda motor,” ucap Zaenal.

Tak hanya bantuan itu, dalam kedatangannya Mas Dhito juga membawakan peralatan sekolah dan mainan untuk anak Zaenal yang kecil. Begitu juga ketika datang ke rumah Ansori. Hanya saja saat didatangi rumahnya, Ansori saat itu tidak ada di rumah karena tengah merumput.

Di rumahnya, Mas Dhito hanya bertemu Siti Wasiah yang tak lain Istri Ansori. Mas Dhito pun meminta izin untuk melihat ke dalam rumah yang berdinding anyaman bambu itu. Bangunan rumah itu pun terlihat sudah doyong dan terancam roboh.

Kemudian setelah mengecek ke dalam, Mas Dhito keluar melihat-lihat kandang kambing di samping rumah. Dari penuturan Siti Wasiah, kambing-kambing itu milik orang, suaminya hanya memelihara dan mendapat bagi hasil dari keuntungan.

“Ibu Siti Wasiah sama suaminya itu hanya ngopeni punya orang, Insyaalloh kita beri satu pasang kambing nanti, tidak hanya bedah rumah supaya dapat meningkatkan taraf hidup keluarga,” tutur Mas Dhito.

Mendengar bantuan yang akan diterima, Siti Wasiah tak henti mengucapkan terima kasih. Dia pun seketika menangis, karena tak menyangka akan mendapatkan hadiah bedah rumah, dan bantuan kambing. Tak hanya itu, Siti Wasiah juga akan diberikan pelatihan menjahit.

Tetangga yang melihat pun banyak yang terharu, mendatangi Siti Wasiah dan menguatkan ibu dua orang anak itu. Mereka ikut merasa senang, keluarga Siti Wasiah dan suaminya Zaenal mendapatkan bantuan dari Mas Dhito.

“Wes rejekimu mbak, disyukuri,” ucap seorang ibu sambil memeluk Siti Wasiah yang saat itu masih menangis bahagia.

Tags: Bedah rumahBupati DhitoDhitoKediriMas Dhito
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Jurnalis. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

5 Film Terbaik Dunia Jurnalis yang Wajib Kamu Tonton!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID