• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penjual dawet. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Penelusuran reporter di sekitar pintu gate 3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (04/10/2022). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Berita Hoaks! Kesaksian Penjual Dawet Ungkap Suporter Tewas Bukan karena Gas Air Mata

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pengusutan tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (01/10/2022), muncul banyak perang opini di media sosial (medsos), termasuk viralnya kesaksian penjual dawet. Ada rekaman suara yang beredar seorang ibu-ibu yang menuturkan kesaksiannya pada malam kejadian itu.

Rekaman audio itu diunggah sebuah akun TikTok bernama EL Natara. Isinya kesaksian ibu-ibu yang mengaku penjual dawet di depan pintu gate 3 Stadion Kanjuruhan. Pengakuan ini bahkan viral dan telah dilihat 5,9 juta pengguna.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Dalam pengakuannya, dia menuturkan sejumlah pengakuan berbeda dari kebanyakan informasi yang beredar dan diberitakan media.

Sosok ibu-ibu tidak dikenal ini diketahui tiba-tiba mengirim pesan lewat voice note kepada seseorang yang juga tidak mengenalnya. Isinya bahkan menyimpulkan bahwa suporter yang meninggal bukan karena gas air mata, tapi karena minuman keras.

Penjual dawet. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Diduga tempat penjual dawet di sekitar pintu gate 3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (04/10/2022). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

“Suporter-suporternya sebelumnya udah pada minum (mabuk) semua, yang meninggal pun itu banyak yang mulutnya bau alkohol. Bahkan, suporter yang saya tolong itu ternyata pemabuk,” begitu isi rekaman suara tersebut.

Dia melanjutkan, kondisi mabuk itulah yang kemudian menjadikan suporter bertindak anarkis dan merusak sekelilingnya, termasuk dagangannya.

”Saya kan juga ikut selamatin polisi waktu itu, malah dawet-dawet jualanku juga hancur. Sudah saya bilang jangan-jangan,” kisahnya.

Menurut pengakuannya, di pintu 3 ada anak kecil terjepit dan ditolong polisi.

“Di pintu 3 sebelah kiri warung saya itu ada anak kecil terjepit, lalu ditolong sama polisi, Pak Arif namanya, dari Batu. Terus Pak Arif ini maunya melindungi, tapi malah dipukuli kepalanya sama suporter,” tambahnya lagi.

Ibu-ibu penjual dawet ini mengaku sehari-hari berjualan di sebelah pintu gate 3. Dia mengaku juga menjual kopi. Namun, reporter Tugumalang.id, partner Tugujatim.id berusaha mencari keberadaan toko atau gerobak penjual dawet ini di sekitar pintu gate 3 pada Selasa (04/10/2022).

Namun, yang dijumpai di sisi kiri dan kanan pintu gate 3 hanya dijumpai toko-toko mebel yang menjual barang furnitur. Tidak ada sama sekali penampakan penjual dawet di sana sejak pagi hingga sore hari.

Salah seorang pemilik toko mebel di sana, Joko, 52, menuturkan, sejak dirinya buka toko mebel di sana, tidak pernah sekalipun menjumpai penjual dawet.

”Kalau ada pun yang gerobak saja, hanya lewat. Itu juga laki-laki, bukan ibu-ibu. Setahu saya gak ada,” ujarnya.

Dari pengamatan reporter juga tidak menjumpai ada gerobak dawet satu pun di sekitar pintu gate 3 maupun di sekeliling stadion.

”Gak ada, Mas. Gak pernah ada liat ibu-ibu jualan dawet di sini,” imbuh Joko setelah kami pastikan lagi.

Tags: Artikel tragedi Stadion KanjuruhanBerita hoaks kesaksian penjual dawetBerita update tragedi Stadion KanjuruhanKesaksian penjual dawetKorban tragedi di Stadion KanjuruhanPenjual dawetPenjual dawet di Stadion KanjuruhanStadion Kanjuruhan Kabupaten Malangtragedi stadion kanjuruhan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
korban tragedi kanjuruhan tugu jatim

Aremania Tuntut Penetapan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID