Berkah Silaturahmi, Rezeki Datang dari Penjuru Arah - Tugujatim.id

Berkah Silaturahmi, Rezeki Datang dari Penjuru Arah

  • Bagikan
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayan saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda pada Senin (13/9/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayan saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda pada Senin (13/9/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Oleh Mochamad Abdurrochim*

TUBAN, Tugujatim.id – Dalam keyakinan saya sebagai umat muslim, jodoh maupun kematian sudah ditentukan bagi setiap manusia jauh sebelum dilahirkan di muka bumi. Begitupun, persoalan rezeki pun sama. Hanya bagaimana nantinya kita mengikhtiarinya saja.

Pun sama, yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional ketika bersilaturahmi ke rumah Ketua Ronggolawe Press Solidarity, Khorul Huda pada Senin (13/9/2021) malam.

Beliau mengutip potongan ayat surat At-Talaq dalam Al-Qur’an yang berbunyi: Min Haitsu La yahtasib artinya rezeki yang datang dari arah tidak disangka-sangka. Menjadi orang ketiga di antara obrolan dua tokoh besar saya hanya bisa menyiapkan selapang-lapangnya tampungan pelajaran dari perbincangan mereka.

Dari pembahasan ringan dan berat sama hanya bisa mengamati dari kisah-kisah menakjubkan mereka persoalan rezeki.

“Sudah memberikan hadiah liburan orang, bahkan mengumrahkan orang begitu dengan cuma-cuma tidak ada ke khawatir seperti itu, rahasianya apa Pak Aqua?,” celetuk Khoirul Huda bertanya kepada bapak dua anak itu.

Dengan entengnya, lulusan Doktor Fakultas ilmu komunikasi Universitas Padjajaran itu menjawab:

“Saya itu hanya perantara dari Allah, Mas. Setiap rezeki yang saya dapatkan. Pasti ada hak dari orang lain. Saya wajib mengeluarkan itu. Dan hebatnya, dikeluarkan berapa pun jumlahnya. Rezeki yang diberikan tidak berkurang malah bertambah benar. Jadi memang berfirman Allah kalau rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka itu benar adanya. Dan sangat nyata. Sudah saya praktikan,” ungkapnya tanpa ragu.

Mas Huda sapaan akrab Khoirul Huda nampak manggut-manggut mendengar jawaban yang lugas dan jelas tersebut.

“Saya juga sama. Beberapa waktu yang lalu. Anak saya yang nomor dua. Terkena demam berdarah dan membutuhkan beberapa kantong darah untuk ditransfusikan. Baru saya brodcas ke sejumlah grup. Tidak sampai sehari. Kebutuhan darah untuk anak saya terpenuhi. Dan itu tidak disangka-sangka,” imbuhnya.

Dari perbincangan dua tokoh besar ini, saya bisa menarik kesimpulan patut dibuat pembelajaran bersama. Jika kita rajin bersilaturahmi, berinteraksi sosial bagus dengan sesame, dan suka menolong.

Kerap kali rezeki datang tanpa kita duga dan semakin kita suka berbagi dan menolong orang lain tentu tidak akan membuat rezeki berkurang justu bakal bertambah.

 

*Wartawan Tugu Jatim area Kabupaten Tuban

  • Bagikan