Pemkot Kediri Genjot Vaksinasi Kelompok Lansia Lewat SiMbahKu - Tugujatim.id

Pemkot Kediri Genjot Vaksinasi Kelompok Lansia Lewat SiMbahKu

  • Bagikan
Program vaksinasi keliling yang menyasar lansia di Kota Kediri bernama SiMbahKu terus digenjot. (Foto: Pemkot Kediri) tugu jatim
Program vaksinasi keliling yang menyasar lansia di Kota Kediri bernama SiMbahKu terus digenjot. (Foto: Pemkot Kediri)

KEDIRI, Tugujatim.id – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar terus menggenjot vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) agar mencapai 60 persen. Di Kota Kediri berdasar data dari Dinas Kesehatan per tanggal 24 September 2021, vaksinasi dosis satu untuk kelompok lansia sebanyak 15.441 atau 55,65 persen. Untuk itu Wali Kota Kediri berupaya untuk terus melakukan vaksinasi terutama bagi kelompok lansia.

Pemerintah Kota Kediri terus berkolaborasi untuk mengejar vaksinasi. Keberhasilan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

“Kita harus optimistis target itu dapat tercapai. Sejumlah strategi kita lakukan untuk mencapai target 60 persen pada kelompok lansia. Saya mohon semua pihak bekerjasama untuk percepatan vaksinasi agar ekonomi di Kota Kediri dapat terus bergerak,” ujarnya, Minggu (26/9) di Balai Kota Kediri.

Vaksinasi Mobile SiMbahKu Kota Kediri Siap Sasar Lansia

Salah satu strategi untuk percepatan vaksinasi kelompok lansia dilakukan oleh Puskesmas Kota Wilayah Utara. Selain melakukan pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas, vaksinasi juga dilakukan melalui vaksinasi Mobile Mbah-mbah Kota Wilayah Utara (SiMbahKu). Program ini juga memberikan edukasi dan menjawab pertanyaan keraguan, dan ketakutan sasaran secara langsung. Ada juga pemantapan vaksinasi dari petugas kesehatan yang berkompeten dengan turun langsung ke sasaran lansia di kelurahan.

Program vaksinasi keliling yang menyasar lansia di Kota Kediri bernama SiMbahKu terus digenjot. (Foto: Pemkot Kediri) tugu jatim
Program vaksinasi keliling yang menyasar lansia di Kota Kediri bernama SiMbahKu terus digenjot. (Foto: Pemkot Kediri)

Kepala Puskesmas Kota Wilayah Utara dr. Susana Dewi mengatakan memang tidak mudah melakukan vaksinasi pada kelompok lansia. Ada beberapa kendala yang terjadi di masyarakat. Di antaranya, lansia takut dengan efek samping vaksin, lansia takut karena memiliki penyakit penyerta, lansia jarak jauh kesulitan transportasi dan tidak ada yang mengantar, keluarga tidak menginginkan karena kondisi lansia lemah, serta sulitnya mobilisasi lansia. Semua kendala tersebut dapat diatasi dengan SiMbahKu.

“Dulu saat awal vaksinasi lansia dilakukan di puskesmas ada beberapa lansia yang tekendala datang. Lalu kita dekatkan lagi pelayanan vaksinasi dipusatkan di kelurahan namun masih ada kendala lagi. Akhirnya kita lakukan vaksinasi dengan mendatangi ke titik sasaran. Kita langsung action setelah adanya penurunan level PPKM ini,” ujarnya.

SiMbahKu berhasil meningkatkan sasaran vaksinasi. Total ada 1.808 lansia terkendala vaksinasi di wilayah kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara sudah tervaksin. Dijelaskan oleh dr. Susana Dewi, penambahan ini dapat dicapai karena vaksinasi langsung dilakukan ke titik sasaran.

“Jadi kita datang langsung untuk memvaksin lansia-lansia yang memiliki kendala ini. Lansia ini masuk kelompok rentan makanya harus kita segera lakukan vaksinasi. Kita juga lakukan pemeriksaan dan pemantauan bagi lansia yang memiliki penyakit penyerta agar terkontrol dan segera bisa divaksin. Semoga target vaksinasi lansia segera bisa kita penuhi,” pungkasnya.

Pelaksanaan SiMbahKu dimulai dari penanggung jawab wilayah berkoordinasi dengan tim bina wilayah, tiga pilar kelurahan, kader kesehatan, RT dan RW. Kemudian melakukan sosialisasi, pemberian motivasi, dan melakukan pendataan lansia yang belum divaksin melalui RT dan kader kesehatan setempat. Serta memastikan jumlah sasaran yang akan divaksin. Jadwal yang telah ditetapkan disosialisasikan selanjutnya diinformasikan kepada sasaran untuk dilakukan vaksinasi sesuai jadwal.

Pada pelaksanaan SiMbahKu, Tim Vaksin mempersiapkan vaksin, obat, KIPI KIT, dan perlengkapan vaksinasi lainnya. Petugas yang ditunjuk berangkat menuju sasaran. Lalu dilakukan tahapan vaksinasi mulai dari skrining, penyuntikan vaksin, dan observasi. (*)

  • Bagikan