MALANG, Tugujatim.id – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Permata melepas 116 Siswa Kelas 6 (Enam) yang telah dinyatakan lulus. Setiap siswa memiliki prestasi tersendiri dan semuanya mendapat predikat berkarakter baik.
Acara pelepasan digelar di Cemara Ballroom Unggul Sports Center pada Minggu (2/6/2024). Para orang tua hadir untuk menyaksikan putra-putrinya mengikuti prosesi wisuda dan apresiasi dari sekolah.
Kepala SDIT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati berpesan kepada para siswa agar selalu menjaga akhlak dan ibadah di mana pun berada. Selain wawasan dan ilmu pengetahuan, SDIT Insan Permata selalu menekankan pentingnya akhlak dan karakter yang baik.

“Harapannya akidah ananda bersih. Ananda bisa beribadah dengan baik dan benar. Ananda memiliki karakter baik dan wawasan yang luas. Ananda memiliki fisik yang sehat serta bisa menahan nafsu yang tidak baik,” pesan Fitri, di Cemara Ballroom Unggul Sports Center pada Minggu (2/6/2024).
Harapan sekolah dalam pembelajaran yang disajikan, Ananda dapat memiliki aqidah lurus, benar ibadahnya, berakhlak mulia, memiliki fisik kuat, luas wawasan berfikirnya, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu dan bermanfaat bagi orang lain. Semua itu agar menjadi bekal dan pondasi untuk melangkah ke perjalanan selanjutnya.
Dalam prosesi wisuda, setiap karakter siswa turut ditonjolkan. Ada siswa yang kreatif, bertanggung jawab, suka kebersihan, sabar, penyayang, hingga ulet dan pantang menyerah.
Pembentukan karakter juga menjadi perhatian Sekretaris Yayasan Insan Permata, Achmad Efendi. Ia berpesan kepada para siswa agar selalu peka dengan lingkungan sekitarnya.

“Jangan sampai Ananda masuk SMP nanti nggak kenal tetangga kanan kirinya, nggak kenal teman sebayanya di satu RT. Empati akan ada ketika Ananda tahu di sekitar kita kondisi sedang baik-baik saja atau tidak,” ujar Achmad.
Ia kemudian mengapresiasi para siswa yang telah menunjukkan karakter baik selama bersekolah di SDIT Insan Permata Malang. Di antara 116 siswa yang lulus hari ini, empat di antaranya merupakan siswa inklusi atau memiliki kebutuhan khusus. Achmad mengapresiasi para siswa yang mau menerima siswa inklusi dan belajar bersama mereka.
“Sekolah kita ramah anak dan inklusi. Semua berperan menerima siswa dengan kebutuhan khusus. Bukan hanya gurunya yang menerima, tetapi juga siswa-siswa bisa menerimanya,” kata Achmad.

Terakhir ia berpesan agar para siswa memiliki role model yang Islami. Hal ini telah ditanamkan di SDIT Insan Permata Malang sejak dini. Setiap siswa diajarkan mengenal sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya role mode.
“Kami berharap Ananda punya role model yang Islami untuk dijadikan teladan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor : Darmadi Sasongko








