Bonek Campus, Ruang Bagi Mahasiswa Pencinta Persebaya Surabaya

persebaya tugu jatim
Kemeriahan Mahakarya yang dilaksanakan Bonek Campus sebagai program kerja tahunan Bonek Campus. Foto: dok Bonek Campus

SURABAYA, Tugujatim.id – Suporter sepak bola sejatinya salah satu hal yang dibutuhkan untuk sebuah klub. Sama halnya sebagai pembakar semangat untuk para pemain yang berjuang di tengah lapangan. Suporter biasanya hadir dari berbagai wilayah dan profesi. Ada yang buruh, pedagang, politisi, bahkan mahasiswa.

Di Surabaya, Jawa Timur, ada pendukung klub sepak bola Persebaya yang berasal dari kalangan mahasiswa. Bonek Campus namanya. Didirikan pada 27 November 2014, Bonek Campus menjadi wadah berkumpulnya para pencinta Persebaya.

“Awal berdirinya Bonek Campus hanya mempunyai empat anggota yang berkuliah di Universitas Airlangga (Unair), ITATS, Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa),” jelas Koordinator Bonek Campus, Rizki Ari Nurcahyo, pada Kamis (24/11/2022).

Dia menjelaskan, Bonek Campus bertujuan untuk mempersatukan penggemar Persebaya yang berstatus mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Jawa Timur. Juga sebagai tempat untuk bersilaturahmi.

Ari, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Bonek Campus bukan hanya wadah bagi mahasiswa pencinta Persebaya, namun juga sebagai pengendali dan memberikan edukasi tentang Persebaya itu sendiri.

Dalam perjalanannya, kata dia, Bonek Campus mempunyai beberapa program kerja, seperti Mahasiswa Berkarya (Mahakarya) yang menjadi agenda tahunan, Kelas Menulis, dan Kelas Sharing

“Seperti yang kami lakukan pada Minggu lalu, Mahakarya. Mahakarya ini di dalamnya kita menampilkan prestasi, perjuangan klub Persebaya dan juga Kelas Sharing. Kami juga mempunyai agenda Kelas Menulis untuk para Bonek Bonita yang gemar menulis guna menyalurkan bakat menulisnya,” ujarnya.

Tambah dia, Bonek Campus juga mengambil peran untuk edukasi. “Seperti halnya Bonek itu punya budaya yang namanya tretetet dengan cara berpindah kendaraan atau yang akrab disebut nggandol, atau Bonek dikenal sebagai Bondo Nekat. Nah stigma tersebut kita juga edukasi bahwa Bonek itu Bondo dan Nekat, bukan bernyali saja tapi juga bermodal,” jelasnya.

“Untuk yang nggandol tadi kami juga mengedukasi bahwa bahayanya sangat tinggi maka banyak sekali dari teman-teman kami yang menjadi korban. Itu juga kami berikan edukasi lewat media sosial dan campaign yang kami selenggarakan,” imbuhnya.

Dia berharap ke depannya Bonek Campus semakin solid. “Saya selaku koordinator berharap agar Bonek Campus semakin solid dan kuat. Dan juga mempunyai regenerasi yang semakin melek tentang Persebaya itu sendiri,” pungkasnya.