• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Flayer yang sudah dipublikasikan oleh Instagram Green Nord soal ajakan no flare dan no racism.

Flayer yang sudah dipublikasikan oleh Instagram Green Nord soal ajakan no flare dan no racism. (Foto:  Dokumen/IG Green Nord)

Bonek Mania Kampanyekan No Flare hingga No Racism di Stadion, Hentikan Persebaya Jadi ATM Federasi

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News, Olahraga
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Bonek Mania mengampanyekan hal positif bagi iklim sepak bola Indonesia, yaitu tanpa flare dan tanpa rasisme (No Flare No Racism). Langkah ini penting bagi kemajuan persepakbolaan Indonesia. Terlebih, Bonek Mania merupakan salah satu basis suporter yang besar di BRI Liga 1.

Baru-baru ini, kelompok suporter Bonek Mania beramai-ramai mengampanyekan perilaku lebih baik dalam stadion. Semua Bonek sepakat untuk tidak lagi melakukan tindakan yang bisa membuat Persebaya terkena denda Komdis dan operator liga.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Kampanye yang dilakukan di antaranya no flare, no petasan, no kembang api, no smoke bombs, sampai no racism. Kampanye itu dilakukan oleh empat tribun Persebaya, Green Nord, Gate Jhoner 21, Tribun Kidul, dan Tribun Timur.

“Menyalakan flare, kembang api, petasan, smoke bombs, dan rasisme adalah musuh kita bersama,” demikian pernyataan tersebut dilansir dari Instagram resmi Green Nord, Senin (1/8/2022).

Gate Jhoner 21 menambahkan, kampanye untuk tidak melakukan tindakan yang dilarang dalam regulasi itu demi menghindarkan Persebaya dari ancaman denda. Denda terutama dari penyalaan flare yang ditanggung Persebaya memang sangat besar. Pada 2019, yaitu tahun terakhir liga dengan penonton, nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dalam regulasi BRI Liga 1 2022/2023, diatur besaran denda flare. Satu kali penyalaan flare dan sejenisnya denda Rp 50 juta. Penyalaan kedua, ketiga, dan seterusnya, bersifat akumulatif dan bisa mencapai Rp200 juta untuk satu pertandingan. Ada juga hukuman untuk penyalaan laser, nilainya mencapai Rp20 juta per kasus.

”No flare, no problem,” tegas Gate Jhoner 21 melalui akun sosial media resmi mereka.

Tribun kidul mengangkat tema “jangan jadikan Persebaya ATM federasi, sanksi dan denda adalah musuh bersama.” Mereka berharap, dukungan Bonek menjaga kondusifitas tribun bisa memberikan energi positif pada Persebaya untuk meraih hasil maksimal di lapangan.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Bonek ManiaNo FlareNo RacismPersebaya SurabayaSepak BolaSuporter Surabaya
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Warga Desa Kedungboto, Beji Pasuruan tanam pohon pisang dan pasang baliho protes jalan rusak.

Warga Pasuruan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, setelah Tak Digubris selama 3 Tahun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID