JEMBER, Tugujatim.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Jember melibatkan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat (Toga Tomas) dalam Sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlangsung di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Selasa (26/08/2025).
Dalam acara sosialisasi program JKN dengan tema Desa Pesiar Kabupaten Jember Tahun 2025, sebanyak 248 Toga Toma dari 92 desa se-Kabupaten Jember dikumpulkan untuk menjadi ujung tombak penyebaran informasi program kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Gotong Royong Jaga Kesehatan, BPJS Kesehatan Jember Ajak Warga Bayar Iuran Tepat Waktu
“Agenda hari ini kami mengundang Toga Toma dan juga ada kader Posyandu, Ibu-Ibu Srikandi yang ada di Kabupaten Jember ini untuk menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan,” ungkap Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jember Yessy Novita.
Dia juga menjelaskan, kehadiran para tokoh agama dan masyarakat menjadi kunci dalam strategi komunikasi yang efektif. Dengan melibatkan 248 Toga Toma dari 92 desa, diharapkan informasi mengenai program JKN dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan Toga Toma ini, diharapkan komunikasi akan lebih efektif. Lebih didengar, lebih langsung berkomunikasi dengan masyarakat desa, dengan keluarganya,” ujar Yessy.
Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan kader Posyandu dan kelompok Ibu-Ibu Srikandi sebagai perpanjangan tangan dalam memberikan pemahaman dan edukasi tentang program UHC Prioritas kepada masyarakat.
Sejalan dengan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember Adi Wijaya mengungkapkan komitmen besar pemkab dalam menjamin kesehatan warganya.
Semua Warga Sakit Dapat Layanan Kesehatan
Untuk 2025, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sebesar Rp366.824.264.800 guna membiayai 878.829 peserta Bantuan Premi Urusan Pemerintah Daerah (BPU Pemda).
“Kebijakan Gus Bupati (Muhammad Fawait, Red) sejak beliau menjabat, Kabupaten Jember sekarang warga masyarakat yang sakit semuanya memiliki akses layanan fasilitas kesehatan,” terang Adi Wijaya.
Dengan capaian 98,37 persen kepesertaan UHC, Kabupaten Jember optimis dapat mencapai target 100 persen dalam waktu dekat. Adi Wijaya menegaskan harapan besar dari program ini.
“Jika seluruh masyarakat Jember sudah tercover jaminan kesehatan, harapannya tidak ada penduduk Jember yang sakit tanpa mendapat pelayanan kesehatan yang layak,” pungkas Adi Wijaya.
Program UHC Kabupaten Jember ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan jaminan kesehatan universal bagi seluruh warga, sejalan dengan cita-cita Indonesia Sehat 2030. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








