JEMBER, Tugujatim.id – Jelang musim keberangkatan ibadah haji 2025, BPJS Kesehatan Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada ribuan calon jemaah haji dari Kabupaten Jember pada Rabu (07/05/2025).
Sosialisasi Program JKN ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang bertujuan memastikan seluruh jemaah haji memiliki perlindungan kesehatan yang memadai selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala BPJS Kesehatan Jember Yessy Novita mengungkapkan, kewajiban untuk menjadi peserta aktif Program JKN bertujuan memastikan setiap calon jemaah dan petugas haji mendapatkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh. Hal ini mencakup masa sebelum keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga mereka kembali ke Indonesia, sehingga risiko kesehatan dapat diminimalkan sepanjang rangkaian ibadah haji.
“Dengan menjadi peserta JKN yang aktif, jemaah dan petugas haji akan mendapatkan kepastian jaminan pelayanan kesehatan melalui akses ke fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jemaah tidak perlu khawatir dengan biaya pelayanan kesehatan sehingga bisa tenang dan fokus dalam melaksanakan ibadah,” ungkap Yessy.
Di tengah perubahan iklim, perbedaan pola makan, serta tekanan aktivitas fisik yang cukup tinggi selama pelaksanaan ibadah haji, Yessy menekankan bahwa keaktifan status kepesertaan JKN merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh para jemaah.
Dia juga mengingatkan pentingnya kemudahan akses terhadap layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya perlindungan selama menjalankan ibadah.
“Kepada jemaah haji yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, dapat mendaftarkan diri melalui berbagai kanal pelayanan tanpa tatap muka,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga Jember Dapat Layanan Pengobatan Gratis Meski Belum Terdaftar Kepesertaan BPJS
Pendaftaran peserta JKN dapat dilakukan dengan mudah, tanpa perlu tatap muka. Melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 atau melalui Aplikasi Mobile JKN.
“BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan BPJS Keliling dan BPJS Online yang menjangkau peserta secara langsung di berbagai lokasi guna mempermudah proses pendaftaran dan akses informasi,” imbuh Yessy.
Sementara itu, bagi calon jemaah haji yang status kepesertaannya dalam Program JKN tercatat nonaktif karena adanya tunggakan iuran, BPJS Kesehatan Jember mengimbau agar segera melakukan pelunasan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal yang telah menjalin kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan guna memastikan hak atas layanan kesehatan tetap terjamin selama menjalankan ibadah haji.
Alternatif lainnya, jemaah juga dapat mengikuti Program New REHAB 2.0 untuk mencicil iuran, yang dapat diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, atau langsung di kantor cabang terdekat.
Yessy menambahkan, jemaah maupun petugas haji yang telah terdaftar sebagai peserta JKN diimbau untuk melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri dengan menjawab sejumlah pertanyaan melalui beberapa kanal yang disediakan. Baik Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, PANDAWA, Aplikasi P-Care FKTP atau Akses Portal QR BPJS Kesehatan.
Skrining bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, PANDAWA, Aplikasi P-Care FKTP maupun Akses Portal QR BPJS Kesehatan. Dilakukannya skrining agar jemaah haji dan petugas haji dapat mengetahui dan memastikan kondisi kesehatannya,” jelas Yessy.
2.260 CJH Jember Berangkat Tahun 2025
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Santoso mengungkapkan bahwa sebanyak 2.260 calon jemaah haji asal Jember tercatat akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini.
Dia menegaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan akan terus ditingkatkan guna memastikan seluruh jemaah terlindungi oleh Program JKN selama menjalankan ibadah haji.
“Waktu pelaksanaan ibadah haji sudah semakin dekat, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis dengan makan teratur dan melakukan olahraga ringan agar tetap bugar. Pemerintah Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk memastikan jamaah haji Indonesia bisa menjalani ibadah dengan lancar dan berharap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” ujar Santoso.
Di tempat yang sama, salah satu calon jemaah haji asal Jember, Syaiful Bari, 49, mengungkapkan rasa syukurnya atas sosialisasi yang diadakan oleh BPJS Kesehatan.
Menurut dia, informasi yang disampaikan sangat membantu dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut kegiatan ini. Ternyata banyak hal yang sebelumnya belum saya pahami, seperti bagaimana kemudahan akses kanal layanan JKN dan manfaat yang bisa saya dapatkan jika sebelum dan sesudah berangkat haji. Dengan adanya JKN, kami jadi lebih tenang dan bisa fokus beribadah tanpa terlalu khawatir soal kesehatan,” pungkas Syaiful. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








