KEDIRI, Tugujatim.id – Hari raya Idul Fitri tahun 2022 menjadi berkah tersendiri bagi pedagang jajanan lebaran di Kabupaten Kediri. Berbekal pengalaman membuat kue kering khas daerah kelahirannya, perempuan asal seorang Bojonegoro mampu raup jutaan rupiah hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Perempuan itu adalah Purwati (50), penjual kue kering asal Dusun Ploso, Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Ibu 2 anak ini sudah 13 tahun menekuni usaha kue keringnya yang bernama Untruk Yuyu. Menjelang lebaran 2022 permintaan jajanan yang ia produksi meningkat drastis. Bahkan omzetnya bisa mencapai Rp 30 Juta.
Purwati memproduksi jajanan tradisional khas Bojonegoro. Pada bulan Ramadhan ini produksinya bisa mencapai lebih 4 kwintal. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu ada peningkatan, saat itu hanya bisa memproduksi kurang dari 4 kwintal. Menurutnya meningkatnya pembeli kua buatannya ini tidak terlepas dari pelonggaran mudik.
“Tahun ini naik drastis, tahun lalu tidak sampai segitu,” ungkapnya.
Saking banyaknya pesanan yang didapatkan, dia harus menambah jam produksinya mulai pagi hingga malam hari.
“Mulainya usai sahur sampai dengan zuhur. Kemudian, istirahat sebentar dan lanjutkan kembali sampai sore pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB, kalau malam waktunya pengemasan,” ujarnya.
Purwati menambahakan, di balik membludaknya pesanan di hari lebaran 2022 ini, ada kendala silih berganti yang ia hadapi. Sebelum pandemi datang, usahanya sempat kembang kempis karena banyak kompetitor yang bersaing dengan produk yang sama dan ditambah serangan pandemi.
Hal itu membuat konsumennya beralih ke penjual lain. Namun, tak lama konsumen dapat kembali melirik produknya lagi karena kualitas rasa yang terus ia pertahankan. Kini, Purwanti juga harus memutar otak akibat minyak goreng yang mahal dan bahan lain juga iku naik. Dia menyetok lebih awal persediaan minyak goreng.
“Harusnya satu bulan sebelum puasa sudah produksi. Tapi karena masalah minyak, akhirnya dua minggu sebelum puasa baru mulai produksi,” kata Purwati, Sabtu (30/4/2022).
Tak hanya itu, dia juga terpaksa mengubah harga kue Untruk Yuyu miliknya.Ssemula Rp 42 ribu per kilogram, saat ini naik jadi Rp 50 ribu per kilogram.
Purwati mengaku meski harga kue Untruk Yuyu miliknya mengalami kenaikan, namun permintaan dari agen justru meningkat. Karena itu, dia sangat bersyukur dengan banyaknya permintaan tersebut.
“Semoga saja ke depannya usaha saya ini bisa terus berkembang,” harapnya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim