MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pememerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya dalam peletarian olahraga tradisional, salah satunya lewat perlombaan untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Mojokerto di GOR Dinas Pendidikan, Senin (10/11/2025).
Sebab, di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif, anak-anak harus mendapat wadah untuk tetap melakukan aktifitas fisik agar tidak terjebak dengan keasyikan bermain gawai.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa mengatakan olahraga tradisional bukan sekadar kegiatan fisik belaka. Terdapat nilai-nilai lain seperti gotong royong, semangat kebersamaan, termasuk pula pembentukan karakter.
“Gobak sodor, egrang, maupun engklek, tersimpan makna kerja sama, kejujuran, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut yang harus dipupuk untuk kalangan pelajar di Mojokerto,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Selain itu, tantangan saat ini bukan melulu berkurangnya fasilitas olahraga tradisional. Tantangan lain yang tak kalah besar adalah bagaimana anak-anak bisa membagi waktu antara berselancar di dunia maya dengan melakukan aktifitas di dunia nyata. Siswa hendaknya tidak terpaku di depan layar gawai saja, namun tetap aktif bergerak melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.
“Memang, gawai itu bagian dari kehidupan modern. Namun tubuh sehat dan pikiran yang tenang bisa bertumbuh melalui kebiasan berolahraga,” tandas Bupati Albarraa.
Dukungan untuk aktifitas fisik siswa juga perlu melibatkan berbagai pihak. “Baik guru maupun orang tua berperan bukan hanya sebagai pendamping baik di sekolah atau di rumah, namun juga memberi teladan untuk menanamkan disiplin, hidup sehat kepada siswa,” imbuh Bupati Albarraa.
Olahraga tradisional juga dapat berfungsi sebagai pembentuk sumber daya manusia yang berakar dari nilai-nilai lokal. “Kami ingin anak-anak Mojokerto tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani dan rohani, bangga dengan budayanya,” harap Bupati Albarraa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








