JEMBER, Tugujatim.id – Setelah hampir satu setengah bulan memimpin Kabupaten Jember, Muhammad Fawait luncurkan program percepatan infrastruktur lima Kelompok Kerja (Pokja) strategisnya.
Setidaknya, dalam 43 hari masa jabatannya, Gus Fawait sapaan akrabnya itu, telah mendorong penyelesaian program Universal Health Coverage (UHC) dan membentuk Unit Reaksi Cepat untuk mempercepat proses perbaikan infrastruktur jalan di berbagai titik Kabupaten Jember.
Baca Juga: Pekan Ini, Pemkab Jember Luncurkan 8 Tim URC Perbaiki Jalan Rusak
Tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar infrastruktur, Gus Fawait juga menginisiasi pembentukan lima kelompok kerja (pokja) yang dirancang untuk mengatasi tantangan dalam bidang sosial, pendidikan, pertanian, dan ekonomi kerakyatan.
1. Verifikasi Data Warga Kurang Mampu
Kelompok kerja pertama berfokus pada pemutakhiran data masyarakat kurang mampu. Di bawah koordinasi Dinas Sosial (Dinsos) Jember dan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pokja strategis ini memiliki tugas mendata ulang dan memverifikasi calon penerima bantuan sosial.
“Target kami adalah memastikan bantuan sosial tepat sasaran, diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, dan disalurkan dengan cara yang menghormati martabat penerima,” ujar Gus Fawait pada pers rilis 100 Hari Kerja, Senin (14/04/2025).
2. Insentif Guru Ngaji
Kelompok kerja kedua bertugas memvalidasi data calon penerima insentif guru ngaji. Pokja yang dibentuk hingga level kecamatan dan melibatkan organisasi masyarakat ini bertujuan menyederhanakan proses penyaluran insentif.
“Kami ingin mengakhiri sistem antrean yang selama ini memberatkan para guru ngaji. Insentif harus diberikan dengan cara yang bermartabat dan tanpa prosedur rumit,” tegas Fawait.
3. Beasiswa untuk Mahasiswa Jember
Fokus kelompok kerja ketiga adalah validasi data penerima beasiswa untuk 20.000 mahasiswa. Program beasiswa tahun ini mengalami peningkatan cakupan, tidak hanya menutupi Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetapi juga biaya hidup.
“Ini adalah investasi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas,” ungkap Gus Fawait.
4. Pupuk Subsidi
Pokja strategis keempat ditugaskan memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, terutama untuk para petani kecil yang sering kesulitan mengakses bantuan pemerintah di sektor pertanian.
5. Koperasi Merah Putih
Kelompok kerja kelima berkonsentrasi pada persiapan pendirian Koperasi Merah Putih di tingkat desa sebagai implementasi program pemerintah pusat. Koperasi ini didesain untuk memperkuat ekonomi masyarakat dengan pendekatan gotong royong dan akan melibatkan kepala desa serta elemen masyarakat setempat.
“Koperasi merupakan bagian dari identitas nasional kita. Kami berkomitmen untuk mengembangkan sistem koperasi agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Gus Fawait.
Melalui kombinasi perbaikan infrastruktur dan pembentukan lima pokja strategis ini, Gus Fawait berharap dapat membangun fondasi pembangunan Kabupaten Jember yang sistematis, berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati







