KEDIRI, Tugujatim.id – Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat langsung kehidupan para siswa di lingkungan sekolah. Tapi, Sekolah Rakyat Kediri ini juga menjadi panggung unjuk karya dan prestasi yang telah diraih selama setahun terakhir.
Di hadapan ratusan tamu undangan, para siswa Sekolah Rakyat Kediri menampilkan berbagai kemampuan mulai dari pidato empat bahasa, hadrah, paduan suara, tari tradisional Yakswa, drama, jaranan, hingga atraksi pencak silat. Di area luar panggung, beragam piala hasil capaian siswa turut dipamerkan, mulai dari juara baris-berbaris, hadrah, pencak silat, hingga sejumlah prestasi lainnya.
Baca Juga: 2 Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Dibuka Juli 2026, Fasilitas Lengkap dan Ramah Disabilitas
Tak hanya itu, siswa juga memperlihatkan keterampilan membatik secara langsung, memamerkan karya batik, kemampuan barbershop, serta pengoperasian anjungan baca digital.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Mohamad Solikin mengapresiasi perkembangan dan capaian para siswa Sekolah Rakyat yang dinilai cukup pesat.

“Baru setahun, baru dua semester, kami sudah bisa membuktikan hasil kerja keras Kementerian Sosial bersama seluruh jajaran yang dapat ditunjukkan hari ini,” ujarnya dalam kegiatan Open House dan Gelar Karya serta Prestasi Siswa Tahun Pelajaran 2025/2026 di SRMA 24 Kediri, Sabtu (20/06/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH, jajaran forkopimda, perwakilan dinas sosial, dinas pendidikan, para orang tua siswa, serta masyarakat sekitar.
Anak Kurang Mampu Jadi Agen Perubahan
Menurut Hanindhito, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mampu menjadi agen perubahan dan memutus rantai kemiskinan.
“Hari ini kami menjadi saksi bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi,” katanya.
Dia pun berpesan kepada para siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak takut memiliki cita-cita besar.

“Mas Bupati mendoakan kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan ini, meraih mimpi dan cita-cita. Semua itu sangat mungkin dengan semangat yang kuat dan doa orang tua. Kuncinya terus belajar, jangan mudah menyerah, dan berani bermimpi besar,” tuturnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib menegaskan bahwa tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Selain pendidikan akademik, para siswa juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan hidup (life skill) sebagai bekal masa depan.
“Kami ingin memutus rantai kemiskinan. Kalau akademiknya bagus, itu bonus,” ujarnya.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban Dikebut Jelang Target Penyelesaian Juni 2026
Dia mengajak seluruh orang tua dan pihak yang terlibat di Sekolah Rakyat untuk terus bersyukur dan memberikan dukungan terbaik. Menurut dia, belum banyak program pendidikan yang tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memberdayakan orang tua.
“Setelah lulus nanti, siswa Sekolah Rakyat harus melanjutkan kuliah. Kalau tidak kuliah, ya bekerja,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Sosial telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, dunia usaha, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








