TUBAN, Tugujatim.id – Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tuban masih menyisakan pekerjaan besar menjelang penyelesaian yang ditetapkan pada 20 Juni 2026. Hingga pertengahan Mei ini, progres pembangunan tercatat baru mencapai 51 persen.
Dengan waktu kurang lebih satu bulan tersisa, aktivitas pembangunan di kawasan proyek kini berlangsung hampir tanpa jeda. Kontraktor mempercepat pengerjaan melalui penambahan tenaga kerja, distribusi material, hingga penerapan sistem kerja tiga shift.
Koordinator Kepala Lapangan proyek pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus Koordinator Wilayah Tuban, Agus Saputra, mengatakan langkah percepatan dilakukan untuk mencapai target kontrak yang telah ditentukan pemerintah.
“Percepatan dilakukan dengan penambahan pekerja, material, dan pembagian tiga shift kerja agar penyelesaian tetap sesuai jadwal,” ujarnya, Kamis (14/05/2026).
Saat ini jumlah pekerja yang terlibat mencapai 807 orang. Dari total tersebut, sekitar 26 persen merupakan tenaga kerja lokal asal Tuban. Jumlah pekerja masih akan ditambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 1.200 orang.
Pengerjaan Dipercepat dengan Sistem Tiga Shift
Di lokasi proyek, aktivitas pembangunan berlangsung hampir sepanjang hari. Shift pertama dimulai pukul 08.00-17.00 WIB, shift kedua pukul 13.00-21.00 WIB, sedangkan shift malam berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
Meski kemajuan pembangunan telah melewati angka 50 persen, sejumlah pekerjaan utama masih berlangsung di berbagai titik kawasan.
Pengerjaan kini difokuskan pada struktur bangunan lantai dua, pemasangan penutup atap, serta pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing (MEP) yang menjadi bagian penting dalam penyelesaian bangunan.
Sejumlah Fasilitas Masih Tahap Penyelesaian
Selain itu, pembangunan fasilitas penunjang kawasan juga masih berjalan. Mulai dari jalan lingkungan, jogging track, lapangan keranjang, hingga lapangan upacara masih dalam tahap pengerjaan.
Sementara beberapa pekerjaan dasar sebelumnya telah rampung lebih dulu, seperti menghitung lahan, pembangunan pagar kawasan, pondasi bangunan, tangki air tanah (GWT), hingga penanaman rumput lapangan sepak bola.
Di tengah upaya percepatan proyek, kontraktor mengakui terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya menjaga kualitas pekerjaan agar tetap sesuai standar di tengah target waktu yang cukup ketat.
Baca Juga : Lahan Siap Bangun Sekolah Rakyat Tuban, Pemkab Terkendala Dana Urugan Belum Teranggarkan di APBD 2026
Sistem kerja bergilir hingga malam hari juga menjadikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian utama. Risiko kelelahan pekerja dinilai meningkat seiring dengan padatnya aktivitas pembangunan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kontraktor menerapkan pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian vitamin, serta olahraga ringan sebelum pekerja memulai aktivitas.
Selain faktor tenaga kerja, distribusi material dan koordinasi antar tim di lokasi proyek juga menjadi tantangan tersendiri agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan.
Sekolah Rakyat Tuban sendiri dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, tempat ibadah, kantin, gedung serbaguna, hingga area olahraga.
Beberapa fasilitas olahraga yang disiapkan antara lain lapangan sepak bola, lapangan keranjang, lapangan voli, jogging track, dan lapangan upacara.
Konsep Asrama Fasilitas Utama Sekolah Rakyat
Konsep asrama menjadi salah satu fasilitas utama yang disiapkan dalam proyek tersebut. Nantinya asrama putra dan putri akan dipisahkan berdasarkan jenjang pendidikan mulai SD, SMP, hingga SMA.
Pemerintah juga menyiapkan pola pendampingan bagi siswa melalui wali asuh yang berada di lingkungan asrama.
Selain mengikuti pendidikan formal, siswa nantinya akan dibiasakan hidup mandiri melalui aktivitas sehari-hari seperti mencuci pakaian, merapikan tempat tidur, hingga mengurus kebutuhan pribadi sendiri.
Sesuai jadwal kontrak, pembangunan Sekolah Rakyat Tuban ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 dan diproyeksikan mulai digunakan saat tahun baru ajaran Juli mendatang.
Sedangkan proyek Jawa Timur 1 yang mencakup lima wilayah, termasuk Tuban, memiliki nilai kontrak mencapai Rp1,1 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








