PASURUAN, Tugujatim.id – Pembangunan dua Sekolah Rakyat permanen di Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memasuki tahap akhir. Kedua Sekolah Rakyat permanen di Pasuruan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026 dan siap menggelar open house bagi calon siswa dan masyarakat.
Site Engineer Manager PT Nindya Karya Deska mengungkapkan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Purworejo, Kota Pasuruan, telah mencapai 80,921 persen pada Rabu (17/06/2026). Dengan sisa waktu yang ada, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Secara realistis, Juli ini kami kejar,” ujar Deska, Kamis (18/06/2026).
Baca Juga: Dinsos Tunggu Arahan Kemensos Terkait Pembukaan Pendaftaran Sekolah Rakyat Tuban
Berdasarkan pantauan di lokasi, berbagai fasilitas utama seperti ruang kelas, ruang guru, asrama, kantin, rumah pompa, hingga lapangan telah tertata rapi. Sementara aula serbaguna dan masjid saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas ramah disabilitas seperti tangga ramp dan guiding block juga telah terpasang untuk mendukung aksesibilitas bagi seluruh siswa. Untuk mempercepat penyelesaian proyek, sebanyak 1.408 pekerja diterjunkan dengan durasi kerja mencapai 16 jam setiap hari.
270 Peserta Didik Baru Siap Belajar
Sementara itu, Sekolah Rakyat permanen di Pasuruan yang berada di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, juga menunjukkan perkembangan signifikan. Di atas lahan seluas lebih dari enam hektare, bangunan ruang kelas, asrama, perpustakaan, masjid, serta fasilitas pendukung lainnya telah berdiri kokoh.

Site Engineer Manager PT Nindya Karya Mahendra menyebut progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai 82,28 persen.
“Progres pembangunan sudah mencapai 82,28 persen per hari ini,” jelasnya.
Dia optimistis target penyelesaian proyek pada Juli mendatang dapat tercapai dengan dukungan sumber daya yang tersedia.
Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan Yuli Prihatini mengatakan, pihaknya telah menyiapkan proses perpindahan guru, tenaga kependidikan, dan siswa menuju gedung permanen di Purworejo. Sekolah tersebut nantinya akan menampung 50 siswa SMP yang sudah ada serta sekitar 270 peserta didik baru.
“Dari sisi fisik bangunan luar biasa, Alhamdulillah,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SRT 48 Kabupaten Pasuruan Iqbal Tawakal dan Kepala SRT 3 Pasuruan Julianto. Keduanya menyambut positif perkembangan pembangunan yang berjalan lancar dan berharap proses perpindahan dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menurut rencana, proses boyongan menuju gedung baru akan dilakukan pada 11 Juli 2026. Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Pasuruan nantinya akan dihuni sekitar 240 siswa.
“Tanggal 11 Juli pindahan, semoga sudah bisa menempati asrama, sekolah, dan kantin,” harapnya.
Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, pihak sekolah juga akan menggelar open house yang mengundang calon siswa, orang tua, serta masyarakat sekitar untuk melihat secara langsung fasilitas Sekolah Rakyat permanen di Pasuruan.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH menyampaikan rasa syukur karena pembangunan kedua Sekolah Rakyat tersebut telah memasuki fase akhir. Dia berharap proses transisi dari Sekolah Rakyat rintisan menuju sekolah permanen dapat berjalan lancar sehingga pelaksanaan open house dan MPLS berlangsung sesuai jadwal.
“Tinggal mengawal fase krusial transisi operasional dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen,” tuturnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








