JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait membentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan yang terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan bahwa Kabupaten Jember saat ini menempati posisi kedua tertinggi angka kemiskinan secara absolut di Jawa Timur, bahkan kemiskinan ekstrem tertinggi se-Jawa Timur. Kondisi ini telah berlangsung selama 10 tahun terakhir.
“Ini tidak bisa kita biarkan atau kita atasi dengan langkah-langkah yang biasa-biasa saja, apalagi dipasrahkan hanya kepada satu OPD seperti Dinas Sosial. Tidak akan mampu dan tidak akan selesai,” tegas Bupati Fawait saat Pro Gus’e Update yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, penanganan kemiskinan memerlukan pendekatan yang tidak biasa (out of the box) dan dilakukan secara bersama-sama, bukan dengan ego sektoral yang tidak mau saling berkoordinasi.
Tingginya angka kemiskinan juga berdampak pada berbagai permasalahan lain seperti stunting yang masih sangat tinggi dalam 10 tahun terakhir, serta angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) yang selalu menjadi salah satu tertinggi di Provinsi Jawa Timur.
“Saya berkeyakinan bahwa mayoritas anak-anak kita yang stunting pasti secara ekonomi juga tidak baik-baik saja. Mayoritas orang tua yang putra-putrinya stunting pasti punya masalah ekonomi,” jelasnya.
Potensi 4 Triliun dari Program MBG
Bupati Fawait menyebut bahwa Jember akan menjadi salah satu kabupaten dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, jika semua dapur aktif di Kabupaten Jember, diperkirakan akan ada perputaran uang sekitar Rp4 triliun rupiah dalam setahun. Ini menjadi anugerah jika bisa dioptimalkan dengan menggunakan produk-produk lokal Kabupaten Jember.
“Kita punya APBD 4 sekian triliun, akan ditambah lagi perputaran keuangan kurang lebih 4 triliun dari MBG. Program ini sangat berarti bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, termasuk penurunan stunting, AKI dan AKB,” paparnya.
Struktur Satgas Hingga Level Desa
Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi MBG ini dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial sekaligus Pj Sekda sebagai ketua dan koordinator, serta Kepala Dinas Kesehatan sebagai ketua harian.
Kepala Dinas Kesehatan dipilih sebagai ketua harian karena satgas ini juga akan digabung dengan program pengentasan stunting, AKI dan AKB yang melibatkan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang diturunkan ke lapangan.
Selain itu, satgas tidak hanya dibentuk di level kabupaten, tetapi juga akan dibentuk hingga level kecamatan, desa, dan kelurahan. Di kecamatan, yang akan mengomandoi adalah Camat dengan dibantu kepala Puskesmas dan Koordinator Kecamatan MBG, serta berkolaborasi dengan TNI dan Polri.
Launching Program Home Care
Gus Fawait juga mengumumkan akan meluncurkan program home care pada 14 Februari 2026 mendatang bertepatan dengan Hari Valentine sebagai “hari penuh cinta”. Program ini akan melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah warga yang sakit berkepanjangan, termasuk penyandang disabilitas.
Semua persiapan dan langkah-langkah program ini akan disiapkan oleh satgas yang melibatkan Dinas Kesehatan dan berbagai unit perangkat daerah terkait.
Dengan pembentukan satgas terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan penurunan angka kemiskinan, stunting, AKI dan AKB secara signifikan pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








