JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait melayangkan protes ke PT Pertamina, buntut kelangkaan BBM yang terjadi sejak Sabtu (26/07/2025).
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Jember. Antrean tersebut terjadi baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Semalam saya sudah menyampaikan penyesalan kepada Pertamina. Saya menyampaikan protes, menyampaikan kekecewaan karena harusnya hal-hal seperti ini bisa diantisipasi jauh-jauh hari oleh Pertamina,” ujar Bupati Fawait di Kantor DPRD Jember, Senin malam (28/07/2025).
Baca Juga: Kerugian Capai Miliaran Rupiah, Kadin Jember Kritik Pertamina Lamban Atasi Krisis BBM
Dia menegaskan, kelangkaan BBM ini merupakan tanggung jawab Pertamina, bukan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun, dia menekankan bahwa pihaknya tidak bermaksud saling menyalahkan, melainkan mencari solusi terbaik untuk masyarakat.
Setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina, Gus Fawait mengaku merasa sedikit lega setelah mendapat penjelasan mengenai upaya penyelesaian masalah kelangkaan BBM.
“Dari penjelasan Pertamina semalam itu membuat saya agak sedikit lega karena malam ini sudah ada pengiriman besar-besaran untuk BBM yang diperuntukkan untuk Kabupaten Jember,” jelasnya.
Menurut dia, pengiriman BBM kali ini dilakukan secara masif dengan menggunakan armada dari berbagai daerah.
“Bahkan armada yang dipakai bukan dari Banyuwangi lagi, tetapi ini besar-besaran pengiriman dari Malang, dari Surabaya bahkan di luar Jember dari Solo,” tambah Bupati Fawait.
Panic Buying Bakal Memperlambat Pemulihan Stok BBM
Dalam momentum ini, Gus Fawait atas nama Pemerintah Kabupaten Jember yang terdiri dari eksekutif dan legislatif mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menghadapi situasi kelangkaan BBM.
“Walaupun saya tahu pasti masyarakat kecewa dengan kelangkaan BBM ini, tapi tetap kami mengimbau untuk tenang tidak melakukan panic buying,” tegas Fawait kepada masyarakat Jember.
Dia juga menjelaskan, panic buying justru akan memperlambat pemulihan ketersediaan BBM.
“Karena kalau ada panic buying yang asalnya beli 5 liter, terus beli 20 liter, tentu ini akan memperlambat pemulihan dari ketersediaan BBM yang ada di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Meskipun mengakui bahwa pengaturan BBM bukan merupakan kewenangan pemerintah daerah, Bupati Fawait menyatakan komitmennya untuk membantu meminimalisasi dampak kelangkaan terhadap masyarakat.
“Tentu kalau kami mengatur BBM tentu ini bukan kewenangan kami, bukan kewenangannya bupati, bukan kewenangannya pimpinan DPRD,” tegasnya.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situasi ini. Dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara internal dengan ketua DPRD untuk mencari langkah-langkah yang dapat diambil dalam membantu masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








