KEDIRI, Tugujatim.id – Pemkab Kediri mendistribusikan sebanyak 7.200 liter minyak goreng bersubsidi ke 12 pasar tradisional untuk menjaga harga di pasar, Rabu (23/2/2022).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melepas langsung truk yang mengangkut minyak goreng dari kantor Pemkab Kediri ke pasar tradisional.
Dhito, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa stok minyak goreng murah dengan harga Rp 13.500 yang sebar ke pedagang pasar itu diperkirakan hanya bertahan 3 hari.
Dhito berharap masyarakat tidak mengalami “panik buying” dan menjanjikan akan melakukan droping kembali hari Jumat (25/2/2022) mendatang.
“Masyarakat tidak perlu panik, insayallah stok minyak goreng masih aman, nanti hari Jumat kita droping kembali,” ungkap Bupati Kediri itu.
Sementara, kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa stok minyak goreng yang disebar di pasar milik pemerintah tersebut jumlahnya variatif.
Sebelumnya, dia sudah mendata titik dan pedagang untuk pendistribusian minyak tersebut. Tutik menyebut terdapat 12 pasar dengan 251 pedagang yang menjadi sasaran. Sedangkan untuk regulasi mendapatkan minyak goreng subsidi itu pedangang perlu menunjukan KTP dan uang tunai.
“Mulai daerah Kandangan, Bendo, Kras, Gringing, Tiron, Ngadiluweh, Sayur Pare, Wates, Papar, Pamenang, dan Gurah. Setiap pedagang mendapat 2-4 karton,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai jumlah anggaran yang disiapkan untuk melakukan subsidi minyak goreng, Tutik mengatakan pengelolaan anggaran diatur langsung pemerintah pusat. Dia mengatakan anggaran yang disiapkan sekitar Rp 7 triliun dari pemerintah pusat.
” Kita hanya mengatur regulasinya, anggaran dari pusat tapi dampaknya ke kabupaten,” ujarnya.








