TUBAN, Tugujatim.id – Masyarakat Kabupaten Tuban menaruh harapan reaktifasi jalur kereta api mati di Tuban. Jalur rel warisan masa kolonial Belanda itu masih terbentang seolah terbuka kemungkinan layanan transportasi umum itu beroperasi kembali.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyatakan, persoalan kereta api bukan kewenangan Pemkab, namun Pemerintah Daerah tidak tinggal diam.
“Kami tahu masyarakat menaruh harapan besar pada KAI. Tapi, kewenangan itu ada di Pusat, bukan di Pemerintah Daerah,” ujar Lindra, Kamis (5/6/2025).
Pemkab Tuban sejauh ini telah menawarkan solusi alternatif agar konektivitas antarwilayah tetap berjalan. Salah satunya melalui program transportasi gratis yang diberi nama ‘Bus Mas Ganteng’ untuk masyarakat umum. Meski belum sempurna, upaya ini setidaknya bisa menjawab kebutuhan mobilitas warga.
“Sekarang memang armadanya terbatas dan jam operasionalnya juga kami batasi. Ini bukan tanpa alasan, tapi justru untuk menjaga ekosistem transportasi lokal tetap hidup,” jelasnya.
Lindra menegaskan, pembatasan waktu operasional dilakukan agar pengemudi ojek online, sopir angkot, hingga pelaku usaha transportasi lain tetap bisa memperoleh penghasilan. Pemerintah tidak ingin kehadiran layanan gratis justru mematikan usaha warga kecil yang bergantung pada sektor transportasi harian.
“Kami ingin membangun konektivitas, tapi juga menjaga keseimbangan ekonomi lokal. Semua harus bisa bergerak bersama,” tambahnya.
Terkait jalur kereta api sendiri, Tuban dulunya memang pernah menjadi bagian penting dari jaringan KA di pesisir utara Jawa. Rel penghubung antara Babat (Lamongan) hingga Tuban dibangun pada era kolonial oleh perusahaan Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Sayangnya, setelah puluhan tahun tak difungsikan, rel yang dulu hidup kini hanya jadi peninggalan sejarah. Bahkan banyak juga menjadi pemukiman warga.
Jalur tersebut tidak lagi beroperasi sejak akhir 1990-an dan hingga kini belum ada kepastian apakah akan diaktifkan kembali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
BACA JUGA: Bupati Pertanyakan Motif Kembali Tesebarnya Video Lama Mobil Dinas Tuban di Tempat Hiburan Malam
Meski begitu, keinginan untuk menghidupkan kembali jalur ini masih kuat di tengah masyarakat Tuban. Banyak warga menilai reaktivasi rel kereta akan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, mempermudah distribusi logistik, dan membuka peluang investasi baru di kawasan timur Jawa.
Lindra pun tidak menutup kemungkinan untuk mendorong dialog lebih lanjut dengan pihak terkait di pemerintah pusat maupun KAI. Namun, ia mengingatkan bahwa semua perlu proses dan kajian yang matang, terutama soal kelayakan ekonomi dan infrastruktur.
“Kalau ke depan pemerintah pusat mengizinkan atau menghidupkan kembali jalur rel tersebut, tentu kami akan dukung sepenuhnya,” ucapnya.
Untuk saat ini, Pemkab Tuban akan fokus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui moda darat lain, sembari menjaga agar kebijakan transportasi tidak mengganggu pelaku usaha lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








