TUBAN, Tugujatim.id – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky memanfaatkan kunjungan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf untuk memamerkan Aplikasi Satu Data Sosial Kabupaten Tuban.
Aplikasi ini merupakan sebuah sistem yang diklaim mampu menajamkan pemetaan penerima bantuan sosial agar lebih akurat dan tepat sasaran.
Di hadapan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, Bupati yang biasa dipanggil Lindra itu menegaskan, persoalan utama dalam penyaluran bantuan selama ini bukan pada kurangnya anggaran, melainkan ketidakakuratan data penerima. Karena itu, Pemkab Tuban memilih membangun sistem satu data yang terintegrasi hingga tingkat desa.
“Lewat Satu Data, kami ingin memastikan bahwa bansos benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Tidak tumpang tindih, tidak salah sasaran,” tegas Lindra.
Aplikasi tersebut memuat data sosial ekonomi warga hasil verifikasi berlapis, mulai dari RT, desa, hingga kecamatan. Data itu kemudian disinkronkan dengan Datasen Kementerian Sosial, sehingga setiap perubahan kondisi warga dapat segera terdeteksi, baik yang sudah tidak layak menerima bantuan maupun yang justru belum tercover.
Lindra menjelaskan, sistem ini menjadi fondasi penting bagi berbagai intervensi pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, program pengentasan kemiskinan, hingga pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) Progran andalan Presiden Prabowo. Menurutnya, tanpa data yang solid, program sebaik apa pun berisiko meleset dari sasaran.
“Kami tidak ingin lagi ada cerita warga mampu menerima bantuan, sementara yang benar-benar miskin justru terlewat. Satu Data ini alat kontrolnya,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Tuban berkomitmen terus memperbarui data secara berkala dan membuka ruang koreksi dari masyarakat. Lindra menegaskan, satu data bukan sekadar aplikasi, melainkan instrumen kebijakan untuk memastikan keadilan sosial berjalan di tingkat paling bawah.
Dengan integrasi Aplikasi Satu Data Tuban dan Datasen Kemensos, Pemkab Tuban berharap penyaluran bansos dan program pengentasan kemiskinan bisa lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengapresiasi langkah Pemkab Tuban tersebut. Ia menyebut penguatan satu data di daerah sejalan dengan kebijakan nasional melalui Datasen, yang kini menjadi basis tunggal pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial.
Gus Ipul menilai, daerah yang serius membenahi data akan lebih siap menjalankan program strategis, termasuk Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai instrumen pemutus mata rantai kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan Sekolah Rakyat secara nasional. Saat ini, sekolah rintisan tersebut telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia, dengan jumlah siswa lebih dari 15 ribu orang, didukung sekitar 2 ribu guru dan 4 ribu tenaga kependidikan.
“Sekolah Rakyat ini tidak berdiri sendiri. Anak-anak sekolah, orang tuanya ikut program pemberdayaan. Ini pendekatan terpadu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








