Cair 11-15 Maret, Berikut Rincian Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021 - Tugujatim.id

Cair 11-15 Maret, Berikut Rincian Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021

  • Bagikan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (Foto: Dokumen/Kemendikbud) tugu jatim kuota internet gratis kemendikbud 2021
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (Foto: Dokumen/Kemendikbud)

JAKARTA, Tugujatim.id – Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan kuota data internet secara gratis yang akan disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulannya, dan berlangsung selama 3 bulan mulai dari Maret 2021 ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerangkan bahwa peserta didik PAUD akan mendapat 7 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 10GB/bulan, dan pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 12 GB/bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen mendapat 15 GB/bulan.

Kuota Gratis Kemendikbud 2021 Lebih Sedikit, Tapi Bisa Semua Aplikasi

“Jadi di tahun 2021, kita akan memberikan kuota namun dengan giga yang lebih kecil daripada kuota belajar sebelumnya,” ujar Nadiem sesuai dikutip Tugu Jatim dari YouTube Kemendikbud, Kamis (04/03/2021).

Kuota yang akan diterima pelajar/mahasiswa dan tenaga pendidik ini berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Adapun poin kedua yang menjadikan kuota internet ini berbeda, yaitu kuota yang diberikan adalah kuota umum yang dapat mengakses seluruh laman dan aplikasi.

Kuota Gratis Diblokir untuk Akses Media Sosial dan Game

Namun menurut Nadiem, ada beberapa laman dan aplikasi yang tidak termasuk dalam tanggungan kuota gratis Kemendikbud 2021.

Laman tersebut di antaranya situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta situs dan aplikasi media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook

“Kebanyakan aplikasi seperti game, sosial media seperti Facebook, TikTok, misalnya Instagram,” jelas Nadiem.

Nadiem juga menjelaskan bahwa YouTube masuk sebagai daftar laman dan aplikasi yang dapat diakses, karena kini banyak guru yang melakukan pembelajaran melalui media tersebut.

“Materi pembelajaran banyak dari Youtube, jadi ini kabar gembira. Walaupun volume giga-nya tidak sebesar sebelumnya, tetapi penggunaanya lebih fleksibel,” terang Nadiem. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan