MALANG, Tugujatim.id – Anggota DPRD Kota Malang Ferry Kurniawan menggaungkan beberapa program yang kini kembali maju sebagai caleg Dapil Sukun dari PDIP. Dia pun bakal memberi solusi permasalahan banjir di Kota Malang. Dia juga akan memberdayakan masyarakat untuk entaskan kemiskinan di Kota Malang.
Ferry Kurniawan bertekad melayani masyarakat dengan baik untuk menjalankan program yang memihak pada kepentingan rakyat. Dia melanjutkan, realisasinya melalui jalur kebijakan legislatif atau DPRD Kota Malang.
Dia mengatakan, Pemkot Malang memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi kemaslahatan masyarakat. Di antaranya banjir, jalan rusak, angka kemiskinan, kesehatan, hingga pendidikan yang selalu muncul dan menjadi polemik dari tahun ke tahun.
Banjir dan jalan rusak, Ferry Kurniawan akan beri solusi melalui koordinasi dan komunikasi berkelanjutan dengan dinas terkait yakni DPUPR-PKP Kota Malang. Dia akan fokus untuk menuntaskan masalah klasik dengan konsep pembangunan infrastruktur yang benar dan tepat.
“Masyarakat banyak mengeluh banjir dan akses jalan yang rusak dari tahun ke tahun. Karena itu, kami akan menyuarakan dan mendorong DPUPR agar masalah itu segera diselesaikan. Bagi kami, suara masyarakat harus diperjuangkan melalui lintas komisi yang ada di DPRD Kota Malang,” imbuhnya.
Selain infrastruktur, Ferry juga akan menggencarkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, ini bisa menjadi solusi mengentaskan kemiskinan di Kota Malang.
Pemberdayaan masyarakat dalam hal ini adalah turut mengembangkan potensi dan menaikkan kelas UMKM di Kota Malang. Belajar dari krisis moneter yang pecah pada 1998, Ferry menyampaikan bahwa UMKM merupakan sektor yang paling tangguh dalam menjaga stabilitas perekonomian masyarakat.
“Tentu pemberdayaan masyarakat melalui UMKM ini akan memberikan dampak di sektor sektor lain. Mulai mengurangi angka pengangguran hingga penguat perekonomian masyarakat. Makanya kami akan fokus pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Ferry yang saat ini berada di Komisi A DPRD Kota Malang itu juga memiliki program Rumah Aspirasi sebagai wadah menyerap gagasan dan aspirasi masyarakat. Dia memandang bahwa masyarakat saat ini memang memerlukan wadah dalam mengembangkan potensi diri.
“Misalnya di bidang UMKM, kita harus mewadahi bagaimana caranya membentuk kelompok masyarakat, melegalitaskan kegiatan positif seperti pelatihan pembuatan kue, sepatu dan lainnya. Jaringan komunikasi harus dikuatkan agar UMKM Kota Malang ke depan bisa menembus pasar nasional. Makanya kami juga berikan pembinaan tentang marketing hingga menguatkan SDM,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Ferry juga bertekat untuk menyelesaikan permasalahan soal kesehatan dan pendidikan di Kota Malang. Saat ini menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami program program jaminan sosial nasional atau JKN.
Kemudian di bidang pendidikan, Ferry menyampaikan bahwa banyak anak anak di wilayah Kelurahan Gadang, Ciptomulyo hingga Kebonsari yang tak bisa masuk SMP negeri karena terbentur kebijakan seperti kuota kelas dan sistem zonasi.
“Tentu kami akan menyuarakan bahwa ini lah yang terjadi di masyarakat sebenarnya. Makanya harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia.
Sejumlah gagasan soal infrastruktur pemecah masalah banjir dan jalan rusak, pemberdayaan masyarakat pengentas kemiskinan hingga gagasan soal kesehatan dan pendidikan itu telah menjadi program unggulan Ferry Kurniawan sebagai Caleg DPRD Kota Malang Dapil Sukun di Pileg 2024 mendatang.
Diketahui, Ferry Kurniawan yang saat ini merupakan politisi PDI Perjuangan itu juga memiliki rekam jejak yang baik dalam membangun Kota Malang. Salah satunya yakni pengembangan Kampung Sayur di Ciptomulyo yang merupakan salah satu destinasi wisata kampung tematik di Kota Malang.
Dia mengatakan, program pemberdayaan masyarakat penting dalam mengembangkan potensi demi masa depan yang cerah. Ferry saat ini juga turut membangkitkan geliat perekonomian masyarakat di kampung-kampung.
Salah satunya melalui kegiatan kegiatan pelatihan peningkatan skill sebagai calon atau pelaku UMKM seperti pelatihan pembuatan kue, membatik, budi daya lele dan lain sebagainya. Program program ini menurutnya akan diteruskan jika dirinya bisa kembali memenangkan suara di Pileg 2024 mendatang.
“Ini akan kami teruskan sebagai silaturahmi berkelanjutan guna menunjang ekonomi tambahan keluarga dirumah, sehingga tidak mengandalkan BLT PKH. Kami juga ingin merubah mindset ibu ibu PKK dawis dengan pendampingan sampai bisa menjadi ibu rumah tangga mandiri dan berdaya,” tandasnya.
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








