• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Candi Gentong ditemukan kapan.

Candi Gentong, peninggalan berharga yang ditemukan kembali di Mojokerto. (Foto: Google Review/Ikhsan Rosyid)

Candi Gentong Ditemukan Kapan? Ini Sejarah Penemuannya

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pernahkah kamu mendengar tentang Candi Gentong? Candi Gentong ditemukan kapan di Mojokerto?

Berbeda dengan candi lain di Trowulan yang masih terlihat bentuknya, Candi Gentong sempat tersembunyi di balik gundukan tanah selama berabad-abad. Masyarakat sekitar bahkan hanya mengenalnya sebagai bukit kecil tanpa menyadari bahwa di dalamnya tersimpan peninggalan berharga dari Kerajaan Majapahit.

You might also like

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM
Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

13/06/2026 10:19 AM

Namun, kapan sebenarnya candi ini ditemukan? Perjalanannya cukup panjang. Dari sekadar gundukan tanah misterius hingga akhirnya diakui sebagai situs sejarah, Candi Gentong menyimpan kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Awal Penemuan: Bukit Misterius yang Menyimpan Sejarah

Sebelum resmi ditemukan, Candi Gentong hanyalah gundukan tanah besar di Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Menariknya, gundukan ini memiliki lubang di tengahnya yang menyerupai gentong raksasa. Tidak heran, warga sekitar pun menjulukinya sebagai “Gentong.”

Bukan hanya bentuknya yang unik, di sekitar area ini juga ditemukan banyak pecahan batu bata dan fragmen berbentuk gentong. Namun, masyarakat belum mengetahui bahwa di balik gundukan tersebut terdapat reruntuhan candi dari era Majapahit.

Baca Juga: Daya Tarik Candi Gentong, Keindahan Arsitektur Kuno

Barulah pada awal abad ke-20, pemerintah Hindia Belanda mulai melakukan survei arkeologi di kawasan Trowulan. Dalam penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang dikutip oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur disebutkan:

“Ekskavasi yang dilakukan di kawasan Trowulan sejak awal abad ke-20 telah mengungkap berbagai struktur peninggalan Majapahit, termasuk Candi Gentong yang sebelumnya hanya terlihat sebagai gundukan tanah besar dengan lubang di tengahnya.”

Namun, pada masa itu, penelitian lebih banyak berfokus pada situs-situs yang lebih jelas bentuknya, seperti Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu. Candi Gentong masih dianggap sekadar gundukan tanah biasa.

Ekskavasi dan Penelitian Arkeologi

Ekskavasi pertama yang lebih serius baru dilakukan setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1970-an. Saat penggalian dilakukan, arkeolog menemukan bahwa Candi Gentong terdiri dari dua bangunan utama yang berada dalam satu garis sumbu, yaitu:

  • Candi Gentong I (di bagian selatan)
  • Candi Gentong II (di bagian utara)

Selain itu, para peneliti juga menemukan berbagai artefak berharga, seperti:

  • Fragmen arca Buddha – menunjukkan bahwa candi ini dulunya merupakan tempat ibadah umat Buddha.
  • Stupika (miniatur stupa) – kemungkinan besar dulunya mengelilingi candi sebagai bagian dari ritual keagamaan.
  • Sisa arang – yang kemudian diuji dengan metode carbon dating di Laboratorium Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi, Bandung. Hasilnya menunjukkan bahwa Candi Gentong berasal dari sekitar tahun 1470 ±100 Masehi, memperkuat dugaan bahwa candi ini dibangun pada masa Majapahit akhir.

Dalam buku Trowulan: Sejarah Arkeologi Kota Majapahit karya Agus Aris Munandar disebutkan bahwa Candi Gentong memiliki struktur berbentuk mandala stupa yang mirip dengan arsitektur candi Buddha di Nepal dan India.

“Candi Gentong memiliki struktur berbentuk mandala stupa, sebuah konsep arsitektur yang umum ditemukan di kawasan Asia Selatan seperti Nepal dan India, mencerminkan ajaran Buddha tentang keseimbangan kosmos.” (Agus Aris Munandar, 2008)

Nasib Candi Gentong setelah Ditemukan

Meski sudah ditemukan dan diteliti, kondisi Candi Gentong saat ini tidak lagi utuh. Banyak bagian bangunan yang telah runtuh atau terkubur kembali akibat faktor alam dan kurangnya pelestarian pada masa lalu.

Bagian-bagian seperti stupika yang dulu mengelilingi candi kini sudah tidak ditemukan lagi. Beberapa fragmen arca Buddha dan artefak lainnya telah dipindahkan ke Museum Trowulan untuk konservasi.

Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur pada awal 2000-an juga menunjukkan bahwa banyak bagian candi mengalami erosi akibat perubahan lingkungan.

Menurut Arkeolog Masyhudi dari BPCB Jawa Timur:

“Meskipun banyak bagian dari Candi Gentong yang telah rusak, struktur mandala stupa yang tersisa masih memberikan wawasan penting tentang perkembangan arsitektur Buddha di Nusantara, khususnya pada masa Majapahit.” (Masyhudi, 2015)

Baca Juga: Candi Gentong dan Hubungannya dengan Majapahit

Saat ini, meskipun tidak sepenuhnya utuh, sisa-sisa struktur bata merah khas Majapahit masih bisa diamati. Ini menjadi bukti nyata bagaimana keindahan dan kejayaan Majapahit masih bisa kita lihat meski sudah berabad-abad berlalu.

Candi Gentong, Jejak Sejarah yang Terungkap

Jadi, Candi Gentong ditemukan kapan? Secara resmi, candi ini mulai diidentifikasi sebagai situs sejarah pada awal abad ke-20 oleh arkeolog Belanda. Namun, ekskavasi besar baru dilakukan pada tahun 1970-an oleh arkeolog Indonesia, yang akhirnya mengungkap struktur utama dan berbagai artefak penting.

Kini, meskipun kondisinya tidak seutuh dulu, Candi Gentong tetap menjadi bagian penting dari warisan Majapahit. Arsitektur mandala stupa yang unik menunjukkan betapa agama Buddha memiliki pengaruh kuat di Nusantara pada masa itu.

Bagi pecinta sejarah dan arkeologi, Candi Gentong adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Dengan menelusuri jejak Candi Gentong ditemukan kapan ini, kita bisa memahami lebih dalam tentang peradaban Majapahit serta bagaimana agama dan budaya saling berpadu dalam sejarah Nusantara.

Jadi, kalau kamu berkunjung ke Trowulan, jangan lupa mampir ke Candi Gentong! Siapa tahu, kamu bisa merasakan sendiri atmosfer sejarah yang masih tersisa di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniCandi Gentong di MojokertoDestinasi wisata Candi GentongMojokerto hari iniSejarah Candi Gentong
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Lights Wonderland Malang

Lights Wonderland Malang Sulap GOR Ken Arok dengan 5 Juta Lampu, Jadi Wisata Malam Baru

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 4:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Festival cahaya Malang bertajuk Lights Wonderland Malang resmi hadir di kawasan GOR Ken Arok dengan menghadirkan sekitar...

Next Post
Rute Candi Gentong.

Rute ke Candi Gentong, Mudah Dijangkau atau Sulit?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID