Cara Menghadapi Bencana Tanah Longsor

  • Bagikan
Ilustrasi bencana tanah longsor yang terjadi di Sumedang. (Foto: BNPB)
Ilustrasi bencana tanah longsor yang terjadi di Sumedang. (Foto: BNPB)

Tugujatim.id – Rentetan bencana mengawali tahun 2021, mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat dan tanah longsor di beberapa titik Jawa Barat. Berdasar data dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) yang dirilis Sabtu (16/01/2021) lalu saja, sudah terdapat 136 bencana alam selama bulan Januari.

Tingginya curah hujan dan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak gunung dan pebukitan membuat sangat rentan terjadinya tanah longsor. Ditambah lagi intensitas curah hujan di bulan Januari perlu kiranya diantisipasi terjadinya tanah longsor.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Tugu Jatim merangkum langkah antisipasi dalam menghadapi tanah longsor berdasar data situs BNPB. Apa saja?

1. Menghindari pembangunan pemukiman di daerah dibawah lereng yang rawan terjadi tanah longsor.
2. Mengurangi tingkat keterjangan lereng dengan pengolahan lahan terasering di kawasan lereng
3. Menjaga drainese lereng yang baik untuk menghindarkan air mengalir dari dalam lereng keluar lereng
4. Pembuatan bangunan penahan supaya tidak terjadi pergerakan tanah penyebab longsor
5. Penanaman pohon yang mempunyai perakaran yang dalam dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat diantaranya di seling-selingi tanaman pendek yang bisa menjaga drainase air.
6. Relokasi daerah rawan longsor, meskipun butuh dana besar ini adalah upaya penting yang harus dilakukan pemerintah ketika ancaman bencana bisa merenggut nyawa dan kerugian yang besar.
7. Warning system atau teknologi peringatan bencana longsor dengan menciptkan alat-alat pendeteksi pergerakan tanah yang berisiko akan longsor di daerah-dareh longsor. Peringatan sebelum longsor bisa dilakukan kepada warga untuk melakukan tindakan mitigasi bencana.

(Agus Setiawan/gg)

  • Bagikan