Cari Pemain Berkualitas, Kompetisi Internal PSSI Kota Malang Segera Digeber

  • Bagikan
kompetisi
Tim di bawah naungan Askot PSSI Malang, Persema Junior saat berlaga. (Foto: PSSI Kota Malang)

MALANG – Helatan kompetisi internal di bawah naungan Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Malang rupanya menjadi hal paling dinanti para pecinta bola (gibol) di Malang Raya. Lantaran, di sinilah para talenta-talenta handal pesepakbola Malang Raya unjuk gigi menunjukkan kualitasnya.

Menjawab antusiasme ini, Asosiasi PSSI Kota Malang berharap dalam waktu dekat bisa kembali menggulirkan kompetisi internal. Apalagi, para gibol Malang Raya sudah haus tontonan bola sejak tahun 2019 silam, yang mana kompetisi sempat vakum lantaran berbenturan dengan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Perawat Terpapar COVID-19, Puskesmas di Malang Tutup 3 Hari

Ketua Umum Asosiasi PSSI Kota Malang Haris Thofly mengatakan, pihaknya berencana akan menggelar kompetisi internal pada kisaran Oktober 2020 mendatang. Rencananya, perhelatan tersebut akan diikuti 50 tim lebih. Masing-masingnya terdiri dari 14 tim di divisi utama dan 12 tim untuk masing-masing divisi satu hingga tiga.

“Rencananya Oktober 2020 nanti kalau tidak ada halangan. Kita patokannya ke PSSI pusat karena dari pusat juga berencana gelar kompetisi pada Oktober mendatang. Semoga bisa terwujud,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (25/8/2020).

Hingga saat ini, Asosiasi PSSI Kota Malang pun tengah proses pengajuan anggaran kebutuhannya kepada KONI Malang. Kemungkinan besar kata Haris berujung positif alias disetujui. Jika nanti dana sudah turun, dana subsidi ini akan langsung didistribusikan kepada seluruh klub internal untuk menyokong klub mengarungi kompetisi internal musim 2020.

Haris mengatakan, kebutuhan digelarnya kompetisi internal ini cukup urgen terutama berkaitan dengan regenerasi, mencari bibit pesepakbola muda handal untuk mewakili Kota Malang di ajang Porprov. Jika harus melalui tahapan seleksi menurutnya kurang efektif.

”Talenta bibit-bibit muda ini biasanya muncul saat dihadapkan langsung dengan kompetisi. Skillnya keliatan langsung dari 6-8 pertandingan. Nah kalau lewat seleksi, saya rasa gak efektif untuk melihat itu,” terangnya.

“Kebutuhan kita dari kompetisi ini juga lagi mencari pemain untuk Porprov, Piala Suratin dan Danone Cup. Lewat sini, pencarian materi pemain akan lebih efektif dan efisien. Untuk itu, kompetisi tetap akan digelar untuk mendapat materi pemain yang kita inginkan,” tambahnya.

Sebagai informasi, kompetisi internal PSSI Kota Malang ini nantinya terdiri dari empat strata yakni Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Dua dan Divisi Tiga. Rencana kompetisi akan digelar nonstop selama dua bulan. Untuk mempersingkat waktu, pihaknya juga sudah menyiapkan lima lapangan sepak bola. Mulai Lapangan UMM hingga Gajayana luar.

Selain itu, dalam pelaksanaannya tentunya mengacu pada protokol kesehatan COVID-19, mulai dari sterilisasi pemain sebelum masuk lapangan hingga pemberlakuan jaga jarak hingga pelarangan menghadirkan suporter dalam jumlah banyak. Dalam hal ini, PSSI pusat kata Haris pun juga sudah mengantongi izin.

“Di samping sepak bola kita juga akan hidupkan lagi Liga Futsal Malang. Terbukti sejak 2018, tim futsal Kota Malang telah menorehkan prestasinya di ajang Porprov 2019. Tim Putra mendapatkan perak dan tim putri mendapatkan perunggu,” pungkasnya.

 

Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan