• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ekowisata Hutan Mangrove.(Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu/Tugu Jatim)

Kondisi Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. (Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu)

Catatan Mudik (21)-Terbengkalai! Kondisi Miris Ekowisata Hutan Mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAMBI, Tugujatim.id — Ya! Hutan mangrove terluas berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Capaian luasnya sekitar 500 hektare. Bahkan, Bupati Safrial menetapkannya sebagai Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu sejak 31 Desember 2019.

Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu berada di Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, tepatnya di sebelah timur Kuala Tungkal, Ibu Kota Kabupaten Tanjung Barat. Jaraknya dari pusat kota Kuala Tungkal 10 kilometer. Untuk waktu tempuh jika berkendara sekitar 20-30 menit. Sedangkan dari pusat Kota Jambi berjarak sekitar 137 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

You might also like

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

17/07/2026 2:45 PM
Ekowisata Hutan Mangrove.(Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu/Tugu Jatim)
Jembatan di Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, tampak rusak parah. (Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu)

Uniknya, siapa pun yang ke sana bebas tanpa membayar tiket masuk, kecuali cuma bayar parkir Rp5 ribu. Otomatis, pengunjung bisa sepuasnya berjalan kaki di atas jalur papan di tengah kerimbunan hutan bakau, salah satu jenis tanaman yang mendominasi vegetasi Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu.

Apalagi pengunjung bisa menikmati panorama hutan mangrove dari menara pandang yang berada di ujung lintasan, sekalian bisa melepas jauh pandangan ke perairan Laut Cina Selatan.

Namun, sejak April tahun lalu kondisi Ekowisata Mangrove Pangkalbabu mengenaskan. Lebih tepatnya bikin miris!

Ekowisata Hutan Mangrove.(Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu/Tugu Jatim)
Jembatan Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu yang dilihat dari dekat tampak rusak parah dan meninggalkan lubang menganga. (Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu)

“Tidak sampai berusia dua tahun, ekowisata itu sudah tidak terurus. Alasannya karena ada pandemi Covid-19,” kata Manajer Kampanye Yayasan Lawang Kalbu merangkap relawan pelestari mangrove Tanjung Jabung Barat Wahyu Jati pada Jumat (20/05/2022).

Menurut Wahyu, banyak fasilitas wisata yang rusak parah. Kayu-kayu jalur trekking lapuk, patah, dan berlubang di mana-mana. Akses jalan ke sana yang sepanjang 2 kilometer juga bergelombang dan terkelupas aspalnya, serta sebagian jalan memang masih bertanah liat.

Selain Wahyu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Pangkalbabu M. Hatta juga membenarkan kondisi itu. Dia mengatakan, kerusakan fasilitas membuat mereka membiarkan saja orang-orang memasuki hutan mangrove tanpa menarik uang parkir.

“Padahal, lumayan banyak orang yang datang waktu Lebaran,” kata Hatta.

Mereka terpaksa tidak memungut uang parkir karena ogah bertanggung jawab jika terjadi hal buruk terhadap pengunjung. Terpenting, mereka sudah memberitahukan kerusakan Hutan Mangrove Pangkalbabu kepada para pengunjung. Hatta melanjutkan, jangankan pengunjung, mereka sendiri sering kesusahan untuk masuk ke dan keluar dari hutan mangrove saat hujan deras mengguyur.

Abdi Purnomo Perjalanan Mudik Malang Medan Dengan Sepeda Motor 1

Wahyu dan Hatta sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk segera membenahi seluruh kerusakan di ekowisata hutan mangrove satu-satunya di Jambi itu.

Mereka mengingatkan pentingnya ekosistem hutan mangrove dipertahankan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus sebagai sabuk hijau untuk pelestarian flora dan fauna di kawasan pesisir. Tentu fungsinya untuk mencegah abrasi, memecah ombak besar, termasuk dapat mengurangi kedahsyatan tsunami.

Hutan mangrove di sana menyimpan beragam jenis tanaman, terutama Rhizophora sp alias bakau, lalu Avicennia sp (api-api), Bruguiera sp (tancang), Sonneratia sp (pidada), Lumnitzera sp (teruntum), Ceriops sp (mentigi), Xylocarpus sp (nyirih), Excoecaria sp (buta-buta), Nypa sp (nipah), Aegiceros sp (perpat kecil), dan Scyphyphora sp (perpat).

Pengunjung bisa belajar lingkungan bahwa Hutan Mangrove Pangkalbabu menjadi habitat banyak burung, reptil, ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya. Mangrove yang lestari memudahkan nelayan mendapatkan nilai ekonomi dari hasil laut.

Ekowisata Hutan Mangrove.(Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu/Tugu Jatim)
Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, yang terbengkalai. (Foto: Wahyu Jati/Yayasan Lawang Kalbu)

Untuk diketahui, Provinsi Jambi mempunyai delapan kecamatan pesisir, yakni Seberang Kota, Tungkal Ilir, dan Kuala Betara di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat; serta Mendahara, Kuala Jambi, Muara Sabak Timur, Nipah Panjang, dan Sadu di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Berdasarkan dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), kawasan konservasi pesisir Provinsi Jambi berada di sepanjang delapan kecamatan itu.

 

Pada 1990-an, hutan mangrove di pesisir Pangkalbabu banyak berubah jadi tambak. Eksploitasi besar-besaran mangrove juga dampak dari pertambahan populasi penduduk. Akibatnya, luasan hutan mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menyusut dan berkondisi kritis, terutama di Kecamatan Tungkal Ilir dan khususnya di Pangkalbabu, Desa Tungkal Satu.

Penyusutan luasan hutan mangrove juga berdampak buruk terhadap kebun-kebun kelapa milik warga. Banyak kebun kelapa diterjang air pasang besar alias rob sehingga masyarakat sering mengalami gagal panen dan keseringan merugi. Warga yang jadi nelayan juga terpaksa harus pergi jauh untuk mendapatkan ikan, udang, dan kepiting.

Perekonomian warga membaik sejak kondisi hutan mangrove dipulihkan dan disusul dengan pembukaan Ekowisata Hutan Mangrove Pangkalbabu. Namun, kini, ekowisata yang mereka banggakan malah telantar dan terbengkalai.(ABDI PURMONO)

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Arus MudikCatatan Mudik 2022Catatan Mudik 2756 KilometerJambiJambi hari iniMudik Bersepeda MotorMudik Lebaran 2022Mudik Malang-Medan dengan bersepedaMudik Malang-Medan dengan bersepeda MotorProvinsi Jambi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Warna Pakaian

Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 5:30 PM
0

Tugujatim.id – Warna pakaian sering jadi penyebab munculnya pertanyaan, "Kok bajunya bagus di orang lain, tapi pas aku pakai malah...

Next Post
TV Analog. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)

Kemenkominfo dan Asosiasi Media Online Sukseskan Trasmigrasi TV Analog ke Digital

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID