Kemenkominfo dan Asosiasi Media Online Sukseskan Trasmigrasi TV Analog ke Digital - Tugujatim.id

Kemenkominfo dan Asosiasi Media Online Sukseskan Trasmigrasi TV Analog ke Digital

  • Bagikan
TV Analog. (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)
Stafsus Menkominfo Dr Rosarita Niken Widiastuti dalam acara bimbingan teknis Journalist Fellowship Media Online Kominfo pada Senin (23/05/2022). (Foto: Herlianto A./Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Analog Switch Off (ASO) atau transmigrasi dari analog ke digital menjadi satu dari sekian upaya pemerintah dalam percepatan digitalisasi, khususnya di sektor pertelevisian Indonesia. Sosialisasi telah dilakukan dengan cukup masif agar secara bertahap warga beralih dari TV analog ke digital.

Namun nyatanya, tidak semua warga mengerti dan sadar akan pentingnya transmigrasi ke digital ini. Stafsus Menkominfo Dr Rosarita Niken Widiastuti dalam acara bimbingan teknis Journalist Fellowship Media Online pada Senin (23/05/2022) mengatakan, survei pada Maret 2022 menunjukkan baru 60 persen warga yang mengerti soal peralihan dari TV analog ke digital.

Karena itu, Kemenkominfo menggandeng asosiasi media melalui program Journalist Fellowship Media Online Kominfo. Setidaknya ada empat asosiasi media yang bekerja sama dalam hal ini, yaitu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), dan JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia).

Dia juga menegaskan dalam kerja sama ini tidak lantas membuat wartawan tak independen dalam kerjanya. Dia menegaskan fungsi kritik media tetap diperlukan sejauh konstruktif terhadap percepatan transmigrasi ke digital ini.

“Kerja sama ini pada prinsipnya tidak mengikat, silakan kalau ada yang mau dikritik, tapi tolong dengan bahasa yang tak mencaci,” kata perempuan yang akrab disapa Niken itu.

Dalam kesempatan itu, Niken juga menjelaskan mengapa saat ini Indonesia melakukan percepatan ke dunia digital. Menurut dia, Indonesia menjadi negara yang terlambat beralih ke digital saat ini dibanding negara-negara lain di Asia Pasifik.

“Di Jerman pada 2009 sudah beralih ke digital. Singapura, Malaysia, dan Brunei pada 2019 lalu. Indonesia dan Timor Leste memang yang terlambat untuk kawasan Asia Pasifik,” katanya.

Tak lupa Niken juga memberikan paparan tentang keuntungan siaran TV digital ketimbang analog. Di antaranya, tayangan TV digital lebih bersih, suaranya tanpa noise, lebih murah, lebih banyak channel, dan lain-lainnya.

Saat ini pihak Kemenkominfo telah melakukan penghentian TV analog secara bertahap. Tahap pertama pada 30 April 2022 di 56 wilayah layanan, tahap kedua 25 Agustus 2022 di 31 wilayah, dan terakhir pada 2 November 2022 di 25 wilayah.

Sementara itu, para pegiat media menyambut baik kerja sama ini. Misalnya, Ketua Umum AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) Wenseslaus Manggut mengatakan yang mendukung acara ini. Menurut dia, profesi jurnalis saat ini sudah berada di persimpangan dari tradisional ke digital.

Hanya saja, di era digital ini penguasanya adalah platform media, yang mana kontrol terhadap media bukan lagi pada jurnalis tapi pada platform itu sendiri. Ini berdampak pada kualitas produk-produk jurnalistik.

“Berita bermutu dan receh kadang lebih menguntungkan yang receh, yang klik bait malah juga kadang lebih menguntungkan. Ini ancaman buat kualitas jurnalisme,” kata dia dalam acara bimbingan teknis Journalist Fellowship Media Online, Senin (23/05/2022).

Untuk itu, hadirnya pemerintah melalui Journalist Fellowship Media Online ini dinilai sangat baik karena wartawan bisa menulis berita dengan kualitas yang bagus tanpa terganggu dengan berapa keuntungan yang akan didapat.

Respons positif juga diberikan oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Retno Intan. Menurut dia, perubahan ke dunia digital sudah tidak bisa ditolak lagi saat ini. Namun harus diterima secara adaptif. Selain itu, Mahmud Marhaba dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) juga merespons baik adanya kerja sama ini.

Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Pengembangan Pita Lebar Ditjen PPI Kemenkominfo Marvel Sitomorang melalui sebuah rekaman video. Hadir juga Nurjaman Muchtar dari PWI dan dosen dari Akademi Televisi Indonesia Agus Sudibyo.

Ketiga orang ini memberikan wawasan tentang pergeseran media dari tradisional ke digital pada 35 wartawan yang akan menjadi peserta dalam Journalist Fellowship Media Online.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan