TUBAN, Tugujatim.id – Petugas gabungan KPPS, PPK, PTPS, PKD, dan Panwascam Widang, Tuban, mengalami suka duka dalam pendistribusian logistik di dusun terpencil jelang H-1 Pemilu 2024, Selasa (13/02/2024). Mereka rela melewati medan sulit dan berlumpur, bahkan ngaku mengalami sakit pinggang.
Sekira 10 orang rela mengantarkan logistik hingga menerjang di sebuah dusun terpencil di Kabupaten Tuban. Mereka melakukannya demi mencegah 150 pemilih menjadi golongan putih (golput) dalam pesta demokrasi yang digelar Rabu besok (14/02/2024).
Dalam pendistribusian logistik, mereka dikawal ketat TNI dan Polri demi memfasilitasi 150 pemilih di TPS 13 di Dusun Dermalang, Desa Mlangi, Kecamatan Widang, Tuban.
Mereka tetap dikawal meski jarak Balai Desa Mlangi ke Dusun Dermalang tidak terlalu jauh, hanya butuh sekitar 45 menit atau sejauh 2,7 km. Selain itu, mereka harus melalui medan sulit dengan menggunakan motor saja.
Sebelum diantar, petugas mengemas logistik kotak suara hingga kelengkapan lainnya dengan menyusunnya di atas motor. Sayangnya, motor hanya bisa memuat tiga kotak suara. Padahal, ada 5 kotak suara yang harus supply ke sana. Jadi, mau tidak mau petugas mengangkutnya dengan cara berboncengan.

“Bobotnya memang ringan. Tapi kalau medan yang dilalui sulit, kami yang membawa juga merasakan sakit pinggang,” kata anggota PPS Desa Mlangi Ahmad Bahruddin pada Selasa (13/02/2024).
Menurut dia, dalam perjalanan kendala paling berat yang dihadapi adalah akses jalannya yang hanya bisa dilalui motor. Jenis motornya yang kombi (dalam istilah orang tani).
Sebab, motor matik sudah pasti tidak bisa lewat dengan medan yang demikian berat.
“Alhamdulillah, kami sampai tujuan dengan selamat dan kondisi kotak suara masih tersegel rapi. Kami juga menyampaikan banyak terima kasih atas segala bentuk bantuan dari berbagai pihak yang menjadi bagian dari pengantaran kotak suara ke TPS 13 Desa Mlangi,” ujarnya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








