• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salman Subakat. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat saat mengisi kegiatan diskusi di Jakarta bersama Tugu Media Group. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

CEO Paragon Salman Subakat Disebut “Bapak” Anak Bangsa

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id –  CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat dikenal sebagai generasi kedua dan menjadi salah satu sosok berpengaruh di balik perkembangan perusahaan yang membawahi Wardah, Emina, Make Over, Kahf, Biodef, dan brand lainnya. Bahkan, kini perusahaan kosmetik raksasa ini dikenal jadi milik anak bangsa Indonesia.

Ya, berbicara soal sosok Salman Subakat, saya sebagai wartawan muda, mencoba ingin menggambarkannya dengan lima kata. Hal ini berdasarkan interaksi langsung dengan Salman di Jakarta pada pekan lalu. Enam hari di Jakarta, saya dua kali mengikuti sesi diskusi dengan bos perusahaan yang memiliki sekitar 10 ribu karyawan itu.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Menurut saya, ada 5 kata yang bisa dibilang cocok untuk menggambarkan Salman Subakat. Yaitu, visoner, inovatif, peduli pendidikan, humble, dan berjiwa sosial. Lima hal itu ada di dalam diri Salman Subakat. Meski tak pernah dia sebutkan, langkah nyata yang dilakukannya telah menggambarkan lima kata itu.

Penggambaran Sosok Salman Subakat

Kenapa visoner? Tentu bukan tanpa alasan. Dia memiliki misi besar dalam memandang peradaban jauh ke depan. Tumbuh bersama mengembangkan potensi SDM dan perbaikan berkesinambungan demi kesejahteraan bangsa.

Salman pun mewujudkan itu dengan membangun ekosistem lingkungan sekitar yang sehat. Dia bahkan memberikan wadah bagi penggagas-penggagas muda untuk mengembangkan potensi kepemimpinan demi peradaban masa depan.

Di lingkungan Paragon, dia juga membangun ekosistem kerja yang sehat dan berbudaya luhur. Semua orang di sekitarnya akan didorong untuk mengedepankan budaya ketuhanan, kekeluargaan, keteladanan, tanggung jawab, berkualitas, dan inovatif.

Selain itu, Salman Subakat punya segudang gagasan yang mampu menerjang peradaban. Ide-idenya mampu membius orang-orang di sekitarnya hingga tertegun dan merenung kebingungan. Namun pada akhirnya, banyak ide Salman menjadi booming hingga beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, soal berjiwa inovatif. Salman Subakat terus bergerak mengimplementasikan gagasannya untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik. Perusahaan raksasa yang dia gawangi terbukti telah memiliki sejumlah brand terkemuka dan berkualitas di Indonesia.

Tak hanya gagasan pribadi, dia memadukan gagasan orang-orang di sekitarnya untuk mewujudkan hal-hal baru yang inovatif dan bermanfaat. Tak jarang dia juga kerap mendorong orang-orang di sekitarnya untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi diri untuk memunculkan gagasan yang inovatif.

7816843d dbc8 4304 8b82 1db83e78048f

Sosok yang peduli pendidikan ini bahkan tak pernah ragu mengucurkan dana pribadi untuk kepentingan pendidikan yang mencerdaskan bangsa. Berbagai bidang pendidikan keilmuan dia berikan wadah dan fasilitas tanpa memandang golongan.

Dia juga sangat peduli dengan gerakan-gerakan kependidikan di berbagai daerah. Tak sedikit perannya dalam gerakan kependidikan yang digagas para generasi muda. Di antaranya, Rumah Wijaya, Ganara Art, pemimpin.id, Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, dan lain-lain yang dia dukung untuk mewujudkan misi mengentaskan kesenjangan lewat seni dan pendidikan.

Sosok yang dikenal humble ini memang memiliki jiwa yang rendah hati. Sejumlah gerakan komunitas perubahan telah dia gagas dan berdiri tegak menatap masa depan. Namun, dia enggan dan tak berkenan disebut founder. Salman mendapuk dan menyerahkan gerakan itu kepada para pemuda potensial di Indonesia.

Dia juga tampak sangat dekat dengan orang-orang di sekitarnya. Dia kerap mengajak mereka berdiskusi, ngobrol santai, ringan, hingga memunculkan pandangan-pandangan baru. Semakin dekat dengannya, banyak orang menyebutnya seorang kawan, bapak, dan pemimpin.

Tak afdal rasanya jika tak menyebut Salman Subakat sebagai sosok sosialis. Pepatah mengatakan, hanya ideologi kapitalis yang terbukti berhasil memberikan dampak kesejahteraan masyarakat, belum ada sosialis yang terbukti mensejahterakan.

Karena itu, Salman Subakat bisa dibilang merupakan sosok sosialis berlatar belakang kapitalis yang berpotensi mampu mensejahterakan masyarakat melalui ideologi sosialis.

Bagaimana tidak, Salman Subakat yang membawahi Paragon Corp telah memiliki gerakan sosial di berbagai penjuru negeri. Gerakan-gerakan sosial ini juga dia dukung penuh. Misalnya Pondok Inspirasi, yayasan pengembangan sosial kependidikan dan kepemudaan pernah dia bantu bangkit dari keterpurukan.

Ini kesimpulan saya yang dangkal sebagai seorang wartawan muda Tugu Media Group. Jika keliru atau kata-katanya kurang banyak, maaf Pak Salman.

Penulis adalah wartawan muda Tugumalang.id.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Jakarta hari iniBudaya Kerja PT ParagonCEO ParagonCEO Paragon Salman SubakatMengenal sosol Salman SubakatPT Paragon Technology and InnovationSalman SubakatWardah CosmeticsWardah series
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Joko Anwar. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

5 Fakta Sutradara Joko Anwar Totalitas Bikin Film Horor Pengabdi Setan 2: Communion

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID