JEMBER, Tugujatim.id – Di Jember, Jawa Timur, tanaman bonsai bukan hanya sekadar tanaman hias, tetapi lebih dari itu. Tanaman ini menjadi salah satu cara hidup banyak orang yang menikmati seni serta ketelatenan dalam perawatannya.
Salah satu tokoh pembudidaya tanaman bonsai asal Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Akhmad Hasin, atau yang akrab disapa Kak Acing, berbagi pandangannya terkait seni merawat pohon kerdil yang kini banyak digemari.
Menurut Kak Acing, tanaman bonsai merupakan medium untuk menghadirkan keindahan alam dalam bentuk yang lebih kecil dan lebih dekat.
“Merawat bonsai bukan sekadar masalah tumbuh kembang, tetapi seni membentuk karakter pohon agar tetap indah dan menarik,” tutur Kak Acing saat ditemui Tugujatim.id di kediamannya pada Selasa (18/02/2025).
Butuh Keterampilan Khusus Rawat Bonsai
Menurut dia, proses perawatan bonsai melibatkan kesabaran yang luar biasa serta keterampilan khusus agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan keinginan. Setiap elemen dalam perawatan, mulai dari pemilihan media tanam hingga pemberian pupuk yang tepat, tentunya harus diperhatikan secara cermat.
Di antara banyak cara, Kak Acing menilai, menjaga kelengkungan ranting dan dahan, tergantung bagaimana menjadikannya lebih lebat, membutuhkan keterampilan teknis dan waktu panjang. Kebanyakan pembudidaya bonsai menemukan bibit pohon cerdas tersebut dari hutan, meskipun ada juga yang sedari awal membentuk pohon bonsai dengan belajar menyusun setiap cabang dan akar dengan cermat.

Proses pembentukannya bisa memakan waktu satu hingga dua tahun untuk bonsai kecil atau lebih lama untuk jenis yang lebih besar, bahkan bisa mencapai usia tiga tahun untuk mencapai bentuk yang sempurna.
Kak Acing juga berpendapat, meski membudidayakan bonsai cukup mengasyikkan, namun ada tantangan terkait jenis bonsai yang mudah mati meski bernilai tinggi, juga sebaliknya jenis yang terjangkau namun membutuhkan perawatan lebih rumit.
Dengan segala tantangan itu, meski risikonya cukup besar, popularitas dan penggemar tanaman bonsai di Jember tidak kunjung redup. Bahkan, sejumlah kontes bonsai yang sering digelar mengundang antusiasme tinggi para pembudidaya dari berbagai kategori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati