Cerita Perjuangan Sunoto, Difabel di Malang yang Jadi Penyintas Covid-19 - Tugujatim.id

Cerita Perjuangan Sunoto, Difabel di Malang yang Jadi Penyintas Covid-19

  • Bagikan
Sunoto saat beraktivitas di toko pracangan miliknya di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sunoto saat beraktivitas di toko pracangan miliknya di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Virus corona penyebab penyakit Covid-19 tak pernah pandang bulu untuk menginfeksi siapa saja, di mana dan kapanpun anda berada. Hal itu seperti yang dialami Sunoto (50), seorang penyandang disabilitas warga Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang pernah merasakan kengerian paparan virus yang pertama teridentifikasi di Wuhan, China ini.

Kepada reporter Tugumalang.id, grup Tugujatim.id, bapak 2 orang anak yang kehilangan tangan kanannya sejak 1994 itu menuturkan pentingnya berpikir tenang dan positif saat mengetahui diri anda terpapar. Meski memang sulit karena dihadapkan dengan beban psikologis tubuh yang menjalani isolasi atau karantina.

”Terus terang saya pernah melalui hari-hari sulit selama hidup ada 2 kali. Mulai kehilangan tangan, lalu operasi wajah karena kecelakaan. Namun begitu tahu positif Covid-19, ini bagi saya jauh lebih ngeri daripada itu,” tutur dia sembari bergidik.

Memang, gejala klinis yang dia alami terkategori ringan, berupa flu, pilek, meriang dan sekujur tubuh ngilu tak keruan. Namun dia mengalami serangan psikis luar biasa. Tak hanya dihantui bayang-bayang kematian, tapi juga halusinasi tak menentu.

Sunoto dan sepeda motor roda tiga modifikasi yang dipakai sehari-hari mengantar bumbu pecel dagangannya. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sunoto dan sepeda motor roda tiga modifikasi yang dipakai sehari-hari mengantar bumbu pecel dagangannya. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Saya sampai sempet stres dan uring-uringan saat menjalani isoman itu. Rasanya yang ada di pikiran saya itu mati. Saya takut mati, gak bisa bayangin nasib istri dan 2 anak saya kalau saya mati,” kisah dia.

Dikisahkan dia pada hari itu pada sekitar 13 Juni 2021, badannya terasa meriang. Disertai flu, pilek dan nyeri tulang di sekujur tubuh. Merasa tidak beres, akhirnya dia memeriksakan diri. Namun saat di tes swab, hasilnya terkonfirmasj positif. Padahal, disitu dia juga sudah divaksin dosis pertama.

  • Bagikan