• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Siswa MA As'adiyah saat kelulusan sekolah.

Siswa MA As'adiyah saat kelulusan sekolah. (Foto: Dokumen/Ponpes Kramat)

Cerita Ponpes Kramat sebagai Pendiri Sekolah Formal Pertama di Lingkungan Pesantren Pasuruan

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Selain sebagai pusat penyebaran agama Islam di Pasuruan, Pondok Pesantren Kramat di Kecamatan Kraton Pasuruan juga punya kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan formal di kalangan santri. Ponpes yang berdiri sejak 1900 ini bahkan menjadi pendiri sekolah formal pertama di lingkungan pesantren Pasuruan.

Dalam sejarahnya, keseriusan Pondok Kramat mengembangkan pendidikan dan ilmu pengetahuan terjadi sejak kepemipinan KH Abdul Karim. Pada tahun 1947, Kiai Abdul Karim mendirikan lembaga pendidikan bernama Madrasah Islam Nidhomiyah yang berjalan di bawah pengarah pengurus cabang LP Ma’arif NU pada masanya. Di sinilah santri mulai belajar menulis Arab, menulis latin, ilmu hitung, serta bahasa Indonesia.

You might also like

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM
Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

04/06/2026 1:00 PM

“Bahkan saking kepinginnya bisa lancar nulis huruf latin, Kiai Abdul Karim sampai mendatangkan guru privat dari belanda di zaman penjajahan. Ini dilatarbelakangi cinta ilmu dan tidak anti perubahan,” ujar Mukhammad Sucipto, Waka sarpras MA As’adiyah.

Sepeninggal Kiai Abdul Karim, kepemimpinan Ponpes Kramat dilanjutkan oleh KH As’ad Abdul Karim. Dibawah kepemimpinan Kiai As’ad, Ponpes Kramat makin berkembang.

Suasana gedung sekolah formal putra Madrasah As'adiyah.
Suasana gedung sekolah formal putra Madrasah As’adiyah. (Foto: Dokumen/Ponpes Kramat)

Selain didirikan pondok putri, Kiai As’ad juga mengkaji literatur karya ilmiah seperti kitab Syamsul-Lami’ah. Puncaknya, pada tahun 1981, Kiai As’ad mempunyai ide mendirikan sekolah formal pertama di lingkungan pesantren di Pasuruan. Setelah Kiai As’ad meminta pertimbangan para ulama, lalu berdirilah lembaga pendidikan MTs dan MA As’adiyah.

“Waktu itu belum ada pesantren yang punya pendidikan formal. Sejak tahun 1988, seluruh mata pelajarannya sudah ikut kurikulum nasional dan ada guru yang profesional di bidangnya. Sekolahnya juga dipisah antara pondok laki-laki dan perempuan,” imbuhnya.

Dalam masa-masa awal pendirian sekolah formal ini, Kiai As’ad pun sempat mendapat tudingan miring dan ditentang oleh beberapa ulama. Pasalnya, di masa itu sekolah formal masih sangat asing di kalangan pesantren yang notabene berfokus pada pendidikan Islam salaf.

“Visi misinya mencetak santri yang intelek, intelek yang santri. Beliau orang yang peka terhadap zaman. Pikiran beliau kalau tidak sekolah formal, pasti pemerintahan nggak akan diisi santri. Walau sempat ditentang, tapi ulama yang mengolok-olok malah ikut mendidirkan sekolah formal juga,” ungkap Kepala MTs As’adiyah, Mohammad Nashih.

Setelah lebih dari 30 tahun berdiri, MTs dan MA As’adiyah dan kini semakin berkembang bahkan banyak menorehkan prestasi. Siswa MTs As’adiyah sendiri pernah menjadi juara 1 lomba pidato bahasa Arab tingkat kabupaten dan juara 2 lomba pidato bahasa Indonesia tingkat kabupaten yang digelar Kemenag.

Sementara, siswa MA As’adiyah pernah meraih juara 1 pidato bahasa Inggris se Kabupaten Pasuruan, juara 2 lomba desain grafis tingkat kabupaten, juara 2 lomba catur tingkat KKM, serta juara 3 bulu tangkis tingkat KKM.

Selain itu, santri Pondok Pesantren Kramat juga pernah jadi juara 1 lomba baca kitab tingkat kabupaten dan peserta terbaik Bahtsul Masail yang digelar MWC NU Pasuruan.

“Kami juga punya program intensifikasi bahasa Inggris dengan mengirim beberapa siswa ke Kampung Inggris Pare. Kalau untuk bahasa Arab kita datangkan guru langsung dari Ponpes Dalwa Raci Pasuruan,” ungkap Mukhammad Sucipto.

Selain itu, kini Pondok Keramat punya lembaga sekolah formal mulai dari tingkat MI hingga ke Perguruan Tinggi.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Kabuaten PasuruanPendidikan PesantrenPondok Pesantren KramatSejarah Ponpes Kramat
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Next Post
DS alias Bro diamankan Polsek Kras Kediri setelah mencuri ponsel di dalam kok motor.

Maling Spesialis Bobol Jok Motor di Kediri Diciduk Polisi saat Curi Ponsel

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID