News  

Cerita Rico Juni Artanto Perjuangkan Hidup Mahasiswa melalui Komunitas Pondok Inspirasi 

Founder Pondok Inspirasi, Rico Juni Artanto (kiri)
Founder Pondok Inspirasi, Rico Juni Artanto (kiri) memaparkan perjuangan mendirikan gerakan sosial lewat Pondok Inspirasi. (Foto: M Sholeh/Tugu Jatim)

Tugumalang.id – Menjumpai mahasiswa yang kesulitan biaya hidup saat kuliah menjadi inspirasi tersendiri bagi Rico Juni Artanto. Alih-alih meninggalkan mahasiswa yang kekurangan itu, dia malah berupaya membantu mereka dan bahkan memberdayakannya melalui suatu komunitas yaitu Pondok Inspirasi. Rico, sapaan akrabnya, sekaligus sebagai founder komunitas tersebut.

Rico bercerita banyak tentang perjuangannya itu saat ditemui Tugu Media Group di Bogor pada Jumat (5/8/2022) lalu. Menurutnya, apa yang dilakukan Rico berawal dari program pendidikan Bidik Misi yang digencarkan pemerintah era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Dalam program ini, memang setiap mahasiswa telah dibebaskan biaya kuliah termasuk ada tambahan uang saku bulanan sekitar Rp 600 ribu. Tetapi uang saku itu masih belum cukup, banyak mahasiswa yang merasa kesulitan terutama yang mencari ilmu di Bogor.

Menurut ceritanya, beberapa mahasiswa yang ditemui ketika uang saku program Bidik Misi belum cair, banyak dari mereka yang kelimpungan lantaran tak bisa mencukupi kebutuhan sehari hari. Mereka harus terpontang panting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai mahasiswa.

Keadaan memprihatinkan itulah yang membuat alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu tergerak untuk membantu meringankan beban mahasiswa. Segala upaya baik tenaga, pikiran maupun materi dia berikan kepada para mahasiswa.

Pondok Inspirasi menyambut hangat tim Tugu Media Group.
Pondok Inspirasi menyambut hangat tim Tugu Media Group. (Foto: Dokumen Pondasi)

Bahkan tak jarang Rico meminjamkan uang pribadi kepada para mahasiswa yang kesulitan itu. Dan banyak juga yang tidak mengembalikan uang itu pada Rico. Bukan tanpa alasan, mayoritas mahasiswa tersebut memang berasal dari keluarga kurang mampu.

Berjalannya waktu, dengan banyaknya nominal uang yang dia pinjamkan kepada para mahasiswa itu, Rico berpikir hal yang dia lakukan justru seperti mengajarkan mahasiswa untuk berhutang. Dia mulai berpikir untuk mengubah cara dalam membantu mereka.

“Jadi saya kasih hutang ke temen temen mahasiswa yang kesulitan itu. Meski banyak di antaranya yang tak mengembalikan, gak masalah, karena saya mengerti apa yang mereka rasakan. Tapi kemudian saya berpikir kok jadi ngajari berhutang,” kata Rico saat ditemui Tugu Media Group di Bogor pada Jumat (5/8/2022) lalu.

Dia kemudian melanjutkan gerakannya dengan menyewa rumah kontrakan untuk dijadikan asrama gratis bernama Pondok Inspirasi pada 2013 untuk para mahasiswa yang kesulitan ekonomi tersebut. Pondok Inspirasi dia jadikan sebagai wadah pengembangan potensi diri mahasiswa melalui berbagai kegiatan sosial kependidikan dan kepemudaan di Bogor.

Para mahasiswa tersebut terus didorong agar kelak menjadi sosok berjiwa inovatif, kreatif dan tangguh di bidang masing masing. Meski begitu, Rico sama sekali tak meminta timbal balik dari puluhan bahkan ratusan mahasiswa yang dia bantu itu.

Merebaknya pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi cobaan berat bagi Rico. Pondok Inspirasi mulai tak stabil dalam sisi keuangan. Bahkan Pondok Inspirasi hendak diusir lantaran biaya sewa rumah yang dijadikan asrama mahasiswa menunggak hingga Rp 120 juta. Disisi lain, Rico juga minim penghasilan lantaran baru saja keluar dari pekerjaannya.

“Waktu itu pemilik rumah kontrakan terus menagih kami. Akhirnya saya buat kelas online (bimbingan belajar), itu penghasilannya saya buat menyicil tunggakan,” ucapnya.

Tak hanya itu, dia juga mengajukan proposal proposal kerjasama ke berbagai perusahaan untuk mempertahankan keberadaan Pondok Inspirasi. Namun hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Hampir semua perusahaan saat itu sedang mengalami krisis keuangan usai diterjang badai pandemi.

Momen momen krusial kemudian terjadi pada suatu malam di bulan Agustus 2020 ketika ponsel Rico berdering sebagai pertanda pemilik rumah kontrakan menelepon. Pesan dengan suara tegas dan lugas diterima Rico, yang intinya bahwa Rico dan kawan kawan mahasiswa harus meninggalkan kontrakan jika tak mampu membayar malam itu juga. Tentu pesan itu membuat Rico tertunduk lesu.

Perjuangan dan segala upaya yang dia lakukan untuk mempertahankan Pondok Inspirasi seolah-olah akan segera runtuh. Namun langkah Rico tak berhenti di situ. Dia mengajak para mahasiswa yang ada di Pondok Inspirasi untuk berpasrah diri. Dia mengajak mereka untuk beribadah malam, memanjatkan doa, memohon petunjuk kepada Sang Pencipta.

Bak gelegar petir menyambar, tubuh Rico bergetar saat seorang pengusaha dari perusahaan raksasa membantunya mengatasi itu semua. Pengusah itu adalah Salman Subkat, CEO PT Paragon Technology and Innovation.

Dia tiba-tiba menghubungi Rico dengan memohon maaf bahwa pesan WhatsAp berisi pengajuan kerjasama untuk mempertahankan keberadaan Pondok Inspirasi dari Rico yang dikirim dua bulan sebelumnya tak terbaca dan baru terbaca.

“Jadi dua bulan sebelumnya, saya mengirim pesan ke beliau agar bisa membantu Pondok Inspirasi. Saya siap melakukan apapun yang diminta, yang penting Pondok Inspirasi tetap bertahan,” ujar Rico.

“Tapi beliau gak merespon pesan saya, dan tiba tiba dua bulan kemudian merespon. Beliau tanya segala macam, dan pada akhirnya beliau meminta nomer rekening dan langsung lunas tunggakan rumah kontrakan itu,” bebernya.

Pada akhirnya, usaha Rico membuahkan hasil. Pondok Inspirasi bisa terus beroperasi, begerak membantu para mahasiswa pencari ilmu yang kesulitan biaya hidup. Bahkan Rico kemudian juga dipercaya oleh CEO PT Paragon untuk mengisi jabatan Coach & Konsultan CSR PT Paragon Technologi and Innovation.

Kini potensi para mahasiswa dalam Pondok Inspirasi juga mulai dikembangkan melaui mentoring dan coaching dengan tokoh-tokoh berpengaruh di PT Paragon. Bahkan banyak di antara mereka telah menunjukkan hasil dengan raihan prestasi bergengsi di berbagai bidang keilmuan.

“Teruslah berjejaring dan bermimpi, karena mimpi sekecil apapun pasti bisa diwujudkan. Salah satunya lewat kekuatan jejaring,” tandasnya.

Obrolan dengan Rico berakhir hingga dini hari. Sebelumnya, tim Tugu Media Group sharing soal jurnalistik dan pengalamannya menjadi wartawan kepada puluhan member Pondok Inspirasi. Pengisi acara tersebut adalah CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, General Manager env-20221010.jh-beon.cloud Bayu Eka, General Manager tugumalang.id Fajrus Sidiq dan wartawan tugumalang.id M. Sholeh.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim