• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Taufik Akbar, guru inspiratif dari Sekolah Islam Terpadu Tunas Bangsa Depok sedang membantu siswanya saat pembelajaran di kelas.

Taufik Akbar, guru inspiratif dari Sekolah Islam Terpadu Tunas Bangsa Depok sedang membantu siswanya saat pembelajaran di kelas. (Foto: Dokumen/Taufik)

Cerita Taufik Akbar, Guru yang Terapkan Pembelajaran Ala Ki Hajar Dewantara Selama 19 Tahun

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Guru itu digugu dan ditiru. Sampai kapanpun ungkapan itu tak akan pernah lekang ketika menjelaskan peran guru, sekalipun hari ini sudah era digital. Salah satu contoh nyata dari prinsip tersebut adalah Taufik Akbar, guru di Sekolah Islam Terpadu Tunas Bangsa Depok.

Dengan penuh keteguhan prinsip, Taufik Akbar menerapkan model pembelajaran Ki Hajar Dewantara, yaitu “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Seorang guru bila di depan harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengikuti konsep Ki Hajar Dewantara, karena konsep itu cocok dengan pendidikan Indonesia,” ujar Taufik yang juga guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) itu.

 Guru Inspiratif Era Digital

Siang itu, di dalam ruang kelas yang nyaman untuk disinggahi. Taufik sedang bercengkrama dengan murid-murid kesayangannya. Memberikan penjelasan tentang suatu materi, tanpa lupa untuk sedikit melontarkan humor agar suasana kelas tak terlalu tegang.

Seseorang yang memilih jalan untuk mengabdi pada dunia pendidikan dengan motivasi besar agar dapat berkontribusi lebih banyak dalam mengamalkan ilmu yang sudah dimiliki. Motivasi itu tidak dapat terhalangi oleh apa pun, setiap orang berhak mendapatkannya, tak terkecuali Taufik Akbar.

Taufik, sapaan akrabnya, merupakan pahlawan pendidikan yang sudah berkecimpung selama 19 tahun dengan konsep pembelajaran ala Ki Hajar Dewantara.

Menurut Taufik, pendidikan adalah hal penting dalam kehidupan manusia karena dari pendidkan yang baik manusia dapat berkembang, dapat survive, dan dapat membantu orang lain, setidaknya dapat memberikan hal-hal yang inspiratif.

Pendidikan juga menjadi ajang dalam menumbuhkan karakter dan bakat minat sesuai potensi masing-masing. Selain itu pendidikan bukanlah ajang lomba siapa yang paling cepat memahami materi, tetapi bagaimana cara melejitkan anak tersebut agar dapat tercapai potensi sesuai bidang masing-masing

Pada awalnya, keinginannya untuk memilih menjadi guru karena Taufik ingin mengamalkan ilmu agar berbuah pahala, selain itu ia juga ingin mengembangkan diri karena menurutnya guru harus terus belajar.

“Tidak hanya siswa, guru juga wajib belajar,” kata lelaki yang hobi membaca buku itu.

Belajar Secara Kontekstual

Dalam menerapkan strategi pembelajarannya, Taufik menggunakan strategi pembelajaran kontekstual yang mengacu pada pendidikan yang belajarnya langsung dari contoh kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia tak lupa memanfaatkan dunia teknologi sebagai pembelajaran yang menarik dan interaktif. Dalam memberikan tugas, ia juga sering menggunakan aplikasi. Hal ini menjadikan pembelajaran menjadi lebih asyik dan tidak membosankan bagi siswa.

Taufik juga mempunyai strategi khusus dalam menangani siswa-siswa yang nakal. Dia tak langsung memarahi murid tersebut, namun melalui pendekatan antar murid dan guru serta mencari akar permasalahan mengapa murid itu melakukan kesalahan. Tak hanya sampai di sana, ia juga membantu mencarikan solusi dari permasalahan tersebut.

Dalam beberapa momen tertentu, ia juga sering memberikan apreasiasi kepada muridnya diiringi dengan pemberian motivasi dan kado. Tak heran jika ia menjadi guru yang disukai oleh murid-muridnya karena menurut Taufik setiap anak itu istimewa dan unik.

“Setiap anak adalah istimewa. Mereka mempunyai kemampuan berdasarkan potensinya masing-masing dan guru harus bisa menemukan bakat potensi unik siswa untuk dikembangkan agar semakin baik,“ Ujar Taufik

Taufik juga mempunyai harapan besar bagi siswa dan pendidikan Indonesia.

“Harapannya semoga siswa Indonesia dapat menjadi anak yang dapat berkembang sesuai potensi dan keunikannya masing-masing, memiliki karakter yang baik, dan mampu berkontribusi bagi kebaikan dirinya, keluarganya, masyarakat, dan juga negara,” pungkasnya.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Tags: DepokguruGuru inspiratifKi Hajar DewantaraPembelajaran Kontekstual
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Mahasiswa IPB University, Salsa Fauziyyah Adni (kiri), bersama Irma Silvianti (kanan) selaku Guru di SMA Kornita IPB sekaligus Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan masyarakat sesi foto bersama.

Pembelajaran Pasca Pandemi, Begini Cara Irma Guru SMA Kornita Merangkul Generasi Online  

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID