JEMBER, Tugujatim.id – Dalam rangka menstimulasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Jember, Bank CIMB Niaga mengkonsentrasikan perhatiannya pada penguatan sektor usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga Rhena Octaria menyampaikan capaian positif di semester pertama 2025 sebagai kebangkitan ekonomi regional. Pihaknya mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Jember menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan 7,3 persen. Capaian ini mengabarkan resiliensi ekonomi lokal yang menguat,” ujar Rhena Octaria pada Acara Media Gathering CIMB Niaga di Hotel Aston Jember, Selasa (12/08/2025).
Sementara itu, di sektor perusahaan perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 9,3 persen sedangkan consumer banking 4,7 persen. Capaian tersebut membuktikan kematangan diversifikasi ekonomi Jember mulai dari usaha skala kecil sampai perusahaan besar.
Untuk memperkuat jangkauan di Kabupaten Jember, CIMB Niaga kini memiliki center khusus yang tidak lagi bergantung pada Surabaya. Tim lengkap ini memungkinkan respons lebih cepat terhadap kebutuhan ekonomi lokal dengan proses yang lebih efisien.
Giro Kartini Jadi Inovasi Produk Berdayakan UMKM
Satu inovasi adalah pengenalan produk Giro Kartini yang didesain khusus untuk memberdayakan pelaku usaha. Layanan ini bukan hanya menyediakan suku bunga yang bersaing dan tarif terjangkau, namun juga memberikan kontribusi sosial positif lewat sumbangan Rp25.000 setiap pembukaan akun yang diarahkan untuk pemberdayaan pengusaha perempuan.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan mengungkap, dalam menunjang performa bisnis di bidang perbankan, pihaknya menerapkan model operasional berkelanjutan yang mengedepankan aspek ramah Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelolah (LST).
Pendekatan ini selaras dengan misi institusi perbankan untuk berkembang bersama komunitas setempat, termasuk UMKM, sembaril mempertahankan kelestarian alam sekitar.
“Sampai dengan semester pertama 2025, hampir seperempat dari keseluruhan pembiayaan bank atau setara Rp57,6 triliun telah disalurkan untuk mendukung transformasi yang berkeadilan, ekonomi berkarbon rendah, dan realisasi Target Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” terang Hery Kurniawan.
Dedikasi nyata itu diwujudkan CIMB Niaga dengan meminimalkan dampak karbon melalui instalasi sistem tenaga surya di berbagai kantor cabang. Selain itu, CIMB Niaga juga terlibat aktif dalam aktivitas perdagangan karbon global melalui platform Indonesia Carbon Exchange (IDX Carbon) yang dioperasikan mulai Januari 2025, menunjukkan langkah konkret menuju operasional ramah lingkungan.
Penekanan pada pemberdayaan UMKM dan inisiatif edukasi keuangan menjadi landasan dimensi sosial. CIMB Niaga secara berkelanjutan menyediakan pendidikan finansial mulai jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, memastikan generasi mendatang memiliki wawasan cerdas dalam manajemen keuangan.
Inisiatif Well Expo menjadi sarana pembelajaran melalui diskusi terbuka dengan narasumber ahli perencanaan finansial, menciptakan komunitas yang terdidik secara finansial di Kabupaten Jember.
Harmonisasi antara elemen lingkungan, ekonomi, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas perbankan mendemonstrasikan komitmen pada keterbukaan dan pertanggungjawaban. Pendekatan menyeluruh ini menjamin setiap kebijakan bisnis mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Setidaknya, berbagai program di Jember ikut mendukung performa CIMB Niaga secara nasional. Pada semester awal 2025, bank mencatat keuntungan sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp4,4 triliun, ditopang oleh kredit Rp231,8 triliun dan Dana Pihak Ketiga Rp261,9 triliun dengan rasio CASA yang solid pada 69,0 persen.
“Kami yakin ekspansi kredit dapat mencapai 5-8 persen seiring dengan penguatan pendanaan di rentang serupa. Yang fundamental, pertumbuhan ini harus seiring dengan prinsip keberlanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








