Coban Jodo, Malang dan Kaitannya dengan Uang Rp 12.000

  • Bagikan
Coban Jodo di Kabupaten Malang. (Foto: @rizky_prov, Instagram Explore Malang Raya, @exploremalangraya)

MALANG – Ada cerita unik dari sejarah penemuan Wisata Air Terjun Coban Jodo di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Ternyata air terjun yang ditemukan pada 2015 memiliki kaitan erat dengan uang Rp 12.000, sehingga dinamakan Coban Jodo oleh warga.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Satsit selaku sesepuh Bedah Kerawang Desa Ngadirejo menceritakan jika tahun 2015 dirinya bersama 11 kawannya saat itu sedang menyisir hutan di lereng Gunung Bromo tersebut.

“Ditemukan tahun 2015 secara tidak sengaja, waktu itu yang menemukan hanya 12 orang salah satunya saya ini,” kenangannya sambil membongkar ingatannya saat ditemui pada Selasa (11/08/2020).

Saat sedang menyisir hutan, tiba-tiba keduabelas orang ini tidak sengaja menemukan air terjun yang indah yang letaknya paling tinggi di antara Coban Kricik, Singo dan Suko.

Yang unik, entah dari mana tiba-tiba kawan Satsuri menemukan uang sejumlah Rp 12.000 di dalam air.

“Waktu itu kita tiba-tiba menemukan uang Rp 12.000 di sana, tepatnya di dalam air. Uangnya uang kertas dua ribuan tapi anehnya tidak basah meskipun dari dalam air,” terangnya masih heran.

Akhirnya Satsuri membagikan uang itu senilai Rp 1.000 ke setiap orang untuk di simpan hingga saat ini sebagai kenang-kenangan.

Dari situlah terbesit nama Coban Jodo yang hingga saat ini menjadi nama salah satu air terjun di Desa Ngadirejo.

“Saat itulah diberikan nama Coban Jodo, karena penemuannya uang Rp 12.000,- dengan orang 12 saat itu,” ungkapnya sambil tersenyum.

Selain cerita itu, masyarakat sekita juga mengaitkan nama Coban Jodo dengan kisah asmara Mbah Sarmi dan Mbok Dara yang memiliki lahan perkebunan di atas Coban Jodo.

“Selain itu, dulu sebelum kemerdekaan ada perkebunan di atas Coban Jodo yang ditanami kubis dan kopi milik mbok Dara. Di dekatnya juga ada perkebunan milik mbah Sarmi,” jelasnya.

Lalu lambat laun kisah asmara keduanya ternyata berlanjut sampai ke pelaminan. “Lama-lama mereka menjadi jodoh di situ sampai tua,” pungkasnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan